
Pustakalewi – Era pemerintahan baru Presiden Prabowo, banyak sekali terjadinya kasus korupsi yang mulai bermunculan dan sangat meresahkan masyarakat Indonesia pada tahun 2025. Bahkan di media televisi dan media sosial juga mulai banyak bermunculan meme – meme yang menyinggung mengenai kasus korupsi dan sampai muncul adanya liga korupsi di Indonesia untuk melihat pelaku mana yang lebih besar jumlah korupsinya. Bukankah itu menjadi keresahan masyarakat Indonesia??
Salah satu kasus korupsi ialah korupsi pengoplosan bahan bakar Pertamina, yang meresahkan bagi pengguna kendaraan di Surabaya Selatan. Itu karena kasus korupsi ini cukup terlihat sekali dampaknya di lingkungan masyarkat, yang dimana tempat pengisian bahan bakar Pertamina menjadi tidak seramai dulu sebelum kasus korupsi Pertamina muncul di media media berita. Terlihat jika banyak juga masyarakat berpindah tempat pengisian bahan bakar yang lain walaupun harga lebih mahal.
Survey kuantitatif kami mengambil tema kasus korupsi yg bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat khususnya di Surabaya Selatan pada keresahan pada bahan bakar Pertamina sebagai pengguna kendaraan dengan jumlah total 57 responden yang terkumpul. Kami survey berupa kuisioner online saat hari jumat, 2 Mei 2025.
Dari hasil survei kami memperoleh data masyarakat yang mengwakili Surabaya Selatan sebesar 54% dari 57 responden bahwa sangat kecewa dan 46% kecewa terhadap Pertamina.
Kasus korupsi Pertamina mengecewakan banyak pihak karena mengkhianati kepercayaan masyarakat yang telah lama bergantung pada perusahaan milik negara tersebut. Meski masih ada kepercayaan publik sebesar 26,3%, tingkatnya kini menurun. Sayangnya, perhatian terhadap kasus ini cenderung tertutup oleh banyaknya informasi atau kasus lain yang juga muncul perhatian di publik.
Masyarakat juga masih menggunakan bahan bakar dari Pertamina sebesar 49,1% . Itu terjadi dikarenakan juga faktor ekonomi yang dimana harga di Pertamina lebih murah dibandingkan dengan bahan bakar di tempat lain. Dan beberapa masih ada menggunakan bahan bakar dari Pertamina jika urgensi saja sebesar 45,6%
Kemudian untuk Jumlah pengguna motor ada sekitar 2 kali lebih banyak dibandingkan mobil, yang mengingat juga motor merupakan kendaraan yang lebih sering mengisi bahan bakar dibandingkan mobil. Kasus pengoplosan sangat berdampak pada juga pada kendaraan sebesar 42,1%. Kemudian responden 49,1% tidak terlalu berdampak. Tidak ada efek dampak dari pengoplosan sangat kecil hasilnya, 8,8%.
Kemudian mayoritas masyarakat juga merasa tidak puas sebesar 70,2 % dengan tindakan klarifikasi Pertamina yang mungkin kurang cukup kuat bukti bahwa mereka memang sudah tidak mengoplos.
Harapan dari masyarakat surabaya selatan menurut hasil survey kami bahwa pihak Pertamina dapat mengembalikan citra positifnya. Ada beberapa masyarakat tidak terlalu berharap dikarenakan mereka sudah lelah dengan kasus kasus korupsi yang sudah ada yang mengakibatkan mereka kehilangan pengharapan akibat banyaknya kasus korupsi yang membuat mereka lelah dan apatis.
Pertamina perlu bertindak lebih transparan dan tegas jika ingin memulihkan kepercayaan publik yang kini semakin rapuh.
-Artikel ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Opini Publik dan Propaganda dengan dosen pengampu Beta Puspitaning Ayodya, S.Sos., M.A.-
Penulis: Andrew Sugiri, Syahril Afifuddin, Christera Haulilo, Achmad Rainhard Furqon, dan Pramodya Bintang Chairos.

Berita Lainnya
Mahasiswa Kampus Merah Putih Membangun Branding Digital UMKM Teh Kota & Anak Babi
Eksistensi Jajanan Telur Gulung di Kawasan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Menangkap Pesona Tersembunyi Pantai Ngantep melalui Komunikasi Pariwisata di Era Digital