
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 UNTAG Surabaya melaksanakan kegiatan pengamatan terhadap salah satu usaha kuliner jajanan kaki lima yang berada di sekitar kawasan kampus. Fokus pengamatan ini tertuju pada fenomena usaha telur gulung yang banyak dijumpai dan menjadi bagian tak terpisahkan dari lingkungan sekitar kampus. Program ini merupakan bagian dari penerapan praktikum Komunikasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat untuk melihat sejauh mana UMKM lokal dapat berkembang melalui strategi komunikasi yang tepat.
Usaha telur gulung merupakan salah satu jajanan favorit yang berbahan dasar telur yang dikocok, kemudian digoreng tipis di minyak panas dan digulung menggunakan tusuk sate. Keunggulan utama dari produk ini terletak pada cita rasanya yang gurih serta tekstur renyah yang dihasilkan dari teknik penggorengan yang tepat. Selain varian original, usaha ini juga menawarkan varian bumbu pedas dan manis yang dapat disesuaikan dengan selera pembeli. Dengan harga yang sangat terjangkau, jajanan ini menjadi salah satu pilihan utama mahasiswa dalam membeli makanan ringan di sela-sela aktivitas perkuliahan. Proses pembuatannya yang sederhana namun menarik untuk dilihat secara langsung memberikan daya tarik visual tersendiri bagi para konsumen yang melintas.
Keberadaan usaha telur gulung di sekitar Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sangat didukung oleh pemilihan lokasi yang sangat strategis. Para pelaku usaha menempatkan diri di area yang memiliki mobilitas tinggi, seperti area pintu masuk utama kampus, sekitar kawasan parkiran kendaraan mahasiswa, serta sepanjang jalan utama yang ramai dilalui oleh aktivitas akademik setiap harinya. Kondisi ini menciptakan peluang pasar yang cukup stabil. Aliran konsumen yang terus-menerus dari kalangan mahasiswa memastikan bahwa usaha mikro ini memiliki perputaran ekonomi yang konsisten meski dijalankan dengan modal yang relatif kecil.
Berdasarkan hasil pengamatan mendalam, ditemukan bahwa usaha telur gulung ini masih dijalankan secara sangat sederhana atau konvensional oleh pelaku usaha. Tantangan utama yang diidentifikasi adalah sistem penjualan yang mana transaksi hanya dilakukan secara langsung kepada pembeli tanpa adanya sistem promosi yang terencana. Selain itu, usaha ini juga belum memiliki identitas usaha yang kuat atau branding yang mudah dikenali oleh masyarakat luas, serta belum mengoptimalkan pemanfaatan teknologi seperti ketiadaan media promosi digital atau media sosial untuk menjangkau pelanggan di luar kawasan kampus. Meskipun demikian, usaha ini tetap diminati karena faktor rasa yang konsisten, harga yang murah, dan lokasi yang sangat mudah dijangkau oleh target pasarnya.
Tentang Usaha Telur Gulung UNTAG
Usaha telur gulung di sekitar Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya merupakan usaha kuliner mikro yang bergerak di bidang jajanan kaki lima. Usaha ini menawarkan produk telur gulung sebagai jajanan utama yang disajikan secara langsung di tempat. Dengan adanya sentuhan komunikasi pemasaran yang lebih modern, diharapkan usaha sederhana seperti telur gulung ini tidak hanya dikenal karena lokasinya, tetapi juga karena citra merek (brand image) yang profesional. Pendampingan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi mahasiswa dalam mendukung perkembangan ekonomi lokal agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Usaha ini berkomitmen menghadirkan jajanan yang murah, cepat saji, dan cocok untuk kalangan mahasiswa. Dengan proses pembuatan yang sederhana namun menarik untuk dilihat secara langsung, usaha ini menjadi salah satu jajanan yang cukup populer di lingkungan kampus.
Penulis Gusti Arya, Alyf Jagad, Kumara Bayu, Asa Avrilia, dan Awaludin

Berita Lainnya
Mahasiswa Kampus Merah Putih Membangun Branding Digital UMKM Teh Kota & Anak Babi
Menangkap Pesona Tersembunyi Pantai Ngantep melalui Komunikasi Pariwisata di Era Digital
Mahasiswa UNTAG Surabaya Dukung Digital Branding UMKM Maklor & Cilor 99