
Minggu pagi, 12 Juli 2026, dalam sesi ibadah Minggu Gereja Kristen Indonesia Ressiden Sudirman Pos Bakal Jemaat Windu (GKI Windu) Lamongan, terlihat sedikit berbeda dengan kehadiran beberapa mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag) yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata di di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.
Firman Tuhan pada ibadah tersebut dibawakan oleh Pdt. Andreas Daud yang bertugas di GKI Jemaat Ressiden Sudirman Surabaya dengan tema “Belajarnya Sama, Hasilnya Beda“. Pdt. Andreas Daud membagikan firman kepada jemaat dengan landasan Matius 13:1–9 dan 18–23. Dari ayat tersebut, ia menjelaskan bahwa benih adalah Firman Tuhan dan tanah adalah hati manusia. Hasilnya ditentukan oleh respons masing-masing orang, yaitu: sikap hati, cara menilai, dan kesediaan untuk memperbaharui diri melalui Firman. Beliau juga menekankan pentingnya kepercayaan orang Kristen yang berada di “tanah baik”, yaitu mereka yang sungguh-sungguh menerima dan menghayati Firman Tuhan.
Pdt. Andreas Daud juga menyampaikan pesan, “Kita harus belajar Firman Tuhan setiap hari dengan membaca Alkitab dan menghayatinya.” Sebagai penutup, Pdt. Andreas Daud kembali mengingatkan seluruh jemaat dan mahasiswa agar tidak pernah berhenti belajar Firman Tuhan. “Jadilah seperti tanah yang baik, yang siap menerima benih Firman, merawatnya dalam hati, dan menghasilkan buah dalam kehidupan sehari-hari. Karena pada akhirnya, bukan sekadar mendengar yang membuat kita berbeda, tetapi kesediaan kita untuk hidup dalam kebenaran Firman itu setiap hari.”
Setelah khotbah, Pdt. Andreas Daud dan jemaat GKI Windu mempersilakan mahasiswa Untag Surabaya untuk memperkenalkan diri satu per satu. Suasana akrab dan penuh sukacita terasa saat para mahasiswa berbagi asal daerah dan bidang studinya.
(Pramodya)

Berita Lainnya
UKKKP UNESA Undang UK3 Untag dalam Unesa Cup 2026
Makan Gratis wujud Kasih Sesama Diakonia Gereja YHS Malang
Onta, Kelinci dan Babi: Sama-Sama Dilarang, Kenapa Babi Saja yang Diserang?