12 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Olahan Bandeng Bernilai Tambah, Hadirkan Kekian, Nugget, dan Sambal guna Tingkatkan Inovasi Mitra

59 / 100 SEO Score

KKN Untag bandeng2

Ikan bandeng selama ini dikenal masyarakat sebagai bahan pangan dengan cita rasa gurih namun memiliki tantangan tersendiri, yaitu banyaknya duri halus yang membuat sebagian konsumen enggan mengolahnya secara langsung. Menjawab tantangan tersebut, sejumlah pelaku usaha kini mulai mengembangkan produk olahan bandeng bernilai tambah, seperti kekian, nugget, dan sambal bandeng, sebagai bagian dari upaya mendorong inovasi produk di kalangan mitra usaha. Inisiatif ini digagas untuk memberikan alternatif produk turunan bandeng yang lebih praktis, tahan lama, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan konsumen, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Selain itu, diversifikasi olahan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual bandeng segar yang selama ini cenderung dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang relatif rendah.

Keanekaragaman Produk sebagai Strategi Peningkatan Nilai Ekonomi

Menurut penggagas program, pengolahan bandeng menjadi produk turunan seperti kekian, nugget, dan sambal merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk perikanan lokal. Kekian bandeng, misalnya, merupakan olahan berbahan dasar daging ikan bandeng giling yang dicampur tepung dan bumbu, kemudian dibentuk dan dikukus hingga menyerupai tekstur bakso ikan namun dengan cita rasa khas.

Sementara itu, nugget bandeng dihadirkan sebagai solusi praktis bagi keluarga yang menginginkan asupan protein ikan namun tanpa harus repot memisahkan duri. Produk ini diolah dengan proses pemisahan daging dari duri secara higienis, sehingga aman dikonsumsi oleh anak-anak sekalipun.Tak ketinggalan, sambal bandeng turut dikembangkan sebagai pelengkap menu makan sehari-hari. Perpaduan antara suwiran daging bandeng dengan racikan sambal khas menjadikan produk ini memiliki cita rasa gurih dan pedas yang digemari banyak orang, sekaligus memperpanjang usia simpan produk dibandingkan bandeng segar.

Dorong Inovasi dan Kapasitas Mitra Usaha

Program pengembangan olahan bandeng ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan mitra usaha, khususnya para pelaku usaha rumah tangga yang sebelumnya oalahannya tidak diperjual belikan yang bergerak di sektor pengolahan hasil perikanan. Melalui pelatihan dan pendampingan, mitra dibekali pengetahuan mengenai teknik pengolahan, standar higienitas, hingga strategi pengemasan produk agar lebih kompetitif di pasaran.

“Saya ingin memiliki kemampuan dalam pengolahan ikan banndeng tidak hanya menjual bandeng dalam bentuk mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang lebih menguntungkan. Dengan begitu, secara tidak langsung bisa mempengaruhi pendapatan mitra bisa meningkat,” ujar Ibu Ibah. Selain aspek produksi, para mitra juga didorong untuk memperluas jangkauan pemasaran, baik melalui penjualan langsung, kemitraan dengan warung dan restoran, maupun pemanfaatan platform digital. Langkah ini dinilai penting mengingat tren belanja daring yang terus meningkat, khususnya untuk produk makanan olahan siap saji dan siap masak.

Manfaat bagi Konsumen dan Ekonomi Lokal

Kehadiran produk olahan bandeng seperti kekian, nugget, dan sambal ini disambut baik oleh masyarakat. Selain menawarkan kepraktisan, produk-produk tersebut juga memberikan nilai gizi yang tetap terjaga karena berasal dari bahan baku ikan segar. Disisi lain, pengembangan produk olahan ini turut berdampak positif terhadap ekonomi lokal, khususnya bagi para petambak dan nelayan bandeng. Dengan meningkatnya permintaan bahan baku untuk kebutuhan produksi olahan, harga jual bandeng segar dari petambak berpotensi ikut terdongkrak. Ke depan, para pelaku usaha berharap inovasi semacam ini dapat terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai daerah lain yang memiliki potensi budidaya bandeng.

Dukungan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait juga dinilai penting untuk mempercepat penguatan kapasitas mitra usaha, mulai dari akses permodalan, pelatihan berkelanjutan, hingga perluasan akses pasar. Dengan langkah-langkah tersebut, olahan bandeng bernilai tambah tidak hanya menjadi solusi diversifikasi pangan berbasis ikan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di sektor perikanan.

Penulis: Syahril Afifuddin

Sub Kelompok 6 KKN R2 UNTAG SURABAYA

Dosen Pembimbing Lapangan: Lily Harliana Putri, S.AB., M.AB

59 / 100 SEO Score