5 August 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Onta, Kelinci dan Babi: Sama-Sama Dilarang, Kenapa Babi Saja yang Diserang?

59 / 100 SEO Score

(Pluralisme Hukum Taurat dan Sejarah Panjang Trauma Yahudi)

*) Ditulis oleh Bambang Noorsena

**) Bahan disajikan dalam Webinar “Babi Riwayatmu Dulu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelita Indonesia Timur (YPIT), Kamis, 11 Juni 2026.

 

1.Purwaka

Babi Riwayatmu Dulu 01
Salah satu halaman buku Liturgi Paskah Yahudi “Seder Shel Peshach” dengan ilustrasi kelinci yang diburu, simbol pengejaran kaum Yahudi, padahal kelinci binatang yang “non-kosher” menurut Imamat 11:6.

Berdasarkan Ulangan 6:20 Hukum Israel diklasifikasi dalam tiga bagian: (1) עֵדֹ֗ת “Edot” (hukum peringatan), hanya berlaku bagi Israel. (2) וְהַחֻקִּים֙ “chukkim” (Hukum Khusus), misalnya Imamat 11, yang juga khusus bagi Israel, dan (3) מִּשְׁפָּטִים֙ “misphatim” (Hukum universal), yang berlaku bagi seluruh umat manusia. Termasuk dalam hukum universal ini adalah larangan pembunuhan, perzinahan, pencurian, dan sebagainya.

Kewajiban Sunat, Sabat, larangan makan daging di sendi pangkal paha (Kej. 32:32), dan larangan memasak daging dengan susu induknya (Kel. 23:19), termasuk dalam hukum peringatan, karena berkaitan dengan sejarah khusus bani Israel. Sedangkan aturan “halal-haram” makanan כַּשְׁרוּת (kashrut), yang hanya berlaku bagi Israel, sebagaimana diatur Imamat 11, disebut “hukum khusus tanpa alasan”, hanya menuntut ketaatan Israel kepada Tuhan.

 

2. Sama-Sama Dilarang, Kenapa Babi Saja yang Diserang?

2.1 Kelinci: Yang Tak Kosher, Namun Tetap Populer

Dalam Imamat 11:1-7, bukan hanya babi yang dilarang, tetapi juga onta, kelinci, dan binatang lain “yang memamah biak tetapi tak berkuku belah”. Sama-sama “haram”, mengapa babi saja yang dihindari, dan bukan onta atau kelinci? Ternyata di balik babi ada sejarah trauma yang dialami bangsa Yahudi.

Babi Riwayatmu Dulu 02
Mezuzah yang bersisi “Shema Ysrael” dalam bentuk kelinci, binatang yang “non-kosher” dalam Imamat 11:76.

Nasib kelinci sangat berbeda dengan babi. Meski menempati urutan ketiga setelah dari daftar binatang אֵינֶנָּה טְהוֹרָה “enenah tehorah” (tidak tahir), namun simbol kelinci tidak ikut dibenci. Ada kisah Eva Erszébet di ghetto Theresienstadt (Terezin) dengan boneka kelincinya, cindera mata dari sesama tahanan, simbol harapan dan perjuangannya selama berada di kamp Nazi.

Ada juga kisah Ludwig Biermann, yang juga selalu membawa boneka kelinci kesayangannya selama deportasinya dari Berlin ke ghetto Terezin. Meski dianggap hewan najis dalam Imamat 11:6, kelinci secara kultural bisa diketemukan dalam simbolisme Yahudi.

Bahkan ada karya inspiratif dari Sheryl Haft, Goodnight Bubbala (Ibrani: לילה טוב בובאַלאַ “Layla Tov Bubbala”), tentang kelinci lucu yang dikisahkan kepada anak-anak Yahudi sebelum tidur mereka.

Luar biasanya lagi, gambar kelinci sejak abad pertengahan lazim menghiasi halaman הגדה של פּסח “Haggadah Shel Pesach”, bahkan מְזוּזָה “mezuzah”, benda liturgis sakral berisi שְׁמַע יִשְׂרָאֵל “Shema Yisrael” (Ul. 6:4-9), ayat pelindung yang ditempel di setiap pintu-pintu rumah Yahudi. Di sini, kelinci dianggap sebagai simbol pengejaran orang-orang Yahudi yang dipersekusi di bawah penguasa dunia yang jahat, kejam, dan lalim.

2.2 Babi Berduka, Korban Trauma

Kalau hanya babi yang dicaci, itu karena ada sejarah panjang trauma, sejak kejadian tanggal 25 Kislev 167 SM. Flavius Yosephus (90 M) dalam Jewish Wars, Book I, Chapter 1:2, mengisahkan bagaimana Antiokhus IV Epifanes menaklukkan Yerusalem, tak hanya membantai dan menjarah, tetapi juga memaksa bangsa Yahudi melanggar Taurat, melarang bayi-bayi mereka untuk disunat, dan נְכַסוּ חֻזִירָא וְאוֹבִילוּ מִדְמֵיה לְעַזַרתָא דְקוּדשָׁא “nechasu chuzira we ovilu midmei le azarta de qudesha” (menyembelih babi dan membawa darahnya ke pelataran Bait Suci).

Sejarah kelam ini dicatat dalam dokumen Yahudi Megillat Antiokhus § 3-4 (abad 2 M) dan Deuterokanonika, yaitu 1 Mak. 1:41-64 (ditulis 100 SM). Tak cukup sampai di situ, 2 Makabe yang ditulis tahun 125 SM juga mencatat penghinaan yang dilakukan Antiokhus IV Epifanes kepada Rabbi Eliezer, salah seorang tetua ternama dari generasi itu, yang dipaksa memakan daging babi, dan ketika ia memuntahkan daging babi yang dipaksakan ke mulutnya. Eliezer yang tetap menolak dan pergi, lalu ditangkap dan dihukum mati (2 Mak. 6:18-31).

 

3. Dasar Teologis Dilarang Membenci Babi

Berbareng dengan hewan lain, babi diciptakan pada hari ke-5 dan “Allah melihat semuanya baik” (Kej. 1:21, וַיַּ֥רְא אֱלֹהִ֖ים כִּי־טֽוֹב “wayyar Elohim ki-tov”). Karena itu, siapa yang memandang jijik babi, berarti menghina TUHAN yang menciptakan semuanya baik. Babi memang dilarang untuk dimakan, tetapi tidak bagi semua bangsa, hanya untuk Israel hukum כָּשֵׁר “kosher” ini berlaku. Ini prinsip Legal Pluralism dalam Taurat, yang berlaku sejak zaman Nabi Musa sampai era Netanyahu.

 

4. Kesimpulan

Sama-sama dilarang, mengapa hanya alergi babi, bukan onta atau kelinci? Ini bukan urusan Taurat melarang untuk melarang lain orang. Tidak. Sebab larangan babi tidak pernah berlaku bagi non-Yahudi. Tetapi lebih merupakan conditioned aversion, respon psikologis suatu komunitas, yang mewujud dalam penghindaran kuat terhadap makanan, dilatarbelakangi karena pengalaman buruk masa silam.

Itulah “Trauma Antiokhus” yang menghinakan Yerusalem dengan “darah babi di mezbah Suci”. Tak hanya karena pengalaman individual tetapi “collective tauma” bangsa Yahudi, yaitu luka psikologis, emosional dan sosial. Ini alasan mengapa kaum Yahudi Azkenazim tak keberatan menjadikan kelinci yang לֹא כָּשֵׁר “non-kosher” sebagai simbol bangsanya yang dikejar-kejar oleh kekuatan anti-semitis di Eropa.

Ya, karena “trauma babi” bagi Yahudi bukan fanatisme agama yang dipaksakan kepada agama yang berbeda. Jadi, yang justru aneh adalah mereka yang “buta sejarah” babi, tapi “membabi-buta” membenci babi. Kalau jenis ini, yang terjadi adalah “fanatisme makhluk pra-manusia” yang mengidap penyakit hati yang menghina akal sehat kita.

Melbourne, 14 Mei 2026

 

Disunting oleh: DG Tapidingan

59 / 100 SEO Score