12 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pemanfaatan Digital Marketing sebagai Sarana Pengembangan Usaha BUMDes Desa Kertosono

59 / 100 SEO Score

KKN Untag digital marketing

Perkembangan teknologi membuat cara masyarakat berbelanja dan mencari informasi berubah cukup drastis. Saat ini, banyak orang lebih memilih mencari produk melalui media sosial atau marketplace dibandingkan datang langsung ke toko. Kondisi ini menjadi peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha, termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), untuk memanfaatkan digital marketing sebagai media promosi.

Sayangnya, tidak semua BUMDes sudah memanfaatkan peluang tersebut. Masih banyak yang mengandalkan promosi dari mulut ke mulut atau hanya dikenal oleh masyarakat sekitar. Akibatnya, produk yang sebenarnya memiliki kualitas baik menjadi kurang dikenal oleh masyarakat luas.

Pengalaman tersebut kami temui saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Dari hasil observasi dan diskusi bersama pengelola BUMDes, kami mengetahui bahwa promosi masih dilakukan secara sederhana dan penggunaan media digital masih belum maksimal. Padahal, hampir semua orang saat ini sudah menggunakan smartphone dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Subkelompok 2 mengadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan mengenai digital marketing. Tujuannya sederhana, yaitu membantu pengelola BUMDes memahami bagaimana media sosial bisa dimanfaatkan sebagai sarana promosi yang efektif dan mudah diterapkan.

Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Untag Surabaya Subkelompok 2 yang terdiri dari Ramadhani Febriansyah (Manajemen), Fariza Putri Hawa (Akuntansi), Angel Putri Patricia Irianto (Administrasi Bisnis), dan Arima Anindita (Manajemen). Melalui kegiatan ini, kami berharap ilmu yang telah dibagikan dapat menjadi bekal bagi pengelola BUMDes untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan media digital sebagai sarana pengembangan usaha.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa subkelompok 2 tidak hanya menjelaskan materi, tetapi juga mengajak peserta untuk langsung mencoba. Awal mula dari cara mengambil foto produk yang menarik menggunakan handphone, membuat desain promosi sederhana, menulis caption yang dapat menarik perhatian, hingga mengenalkan penggunaan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business sebagai media pemasaran. Dengan praktik secara langsung, peserta menjadi lebih mudah memahami materi yang diberikan.

Selama kegiatan berlangsung, kami melihat antusiasme yang cukup tinggi dari ibu-ibu peserta. Banyak dari mereka yang awalnya merasa ragu menggunakan media sosial untuk promosi, tetapi setelah mencoba secara langsung ternyata mereka merasa hal tersebut tidak sesulit yang dibayangkan. Menurut saya, yang sering menjadi kendala bukanlah teknologi, melainkan belum adanya kesempatan untuk belajar dan mencoba.

Di sisi lain, digital marketing bukan sekadar membuat akun media sosial. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana akun tersebut dikelola secara konsisten. Konten yang diunggah secara rutin, foto yang menarik, serta komunikasi yang baik dengan pelanggan dapat membantu membangun kepercayaan dan membuat usaha lebih dikenal oleh masyarakat.

Sebagai mahasiswa, kami menyadari bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang menjalankan program kerja KKN. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dan menerapkannya secara langsung di tengah masyarakat. Kami juga belajar bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan proses, pendampingan, dan kerja sama dari berbagai pihak.

Harapan kami, kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini tidak berhenti hanya pada saat pelaksanaan program. Semoga ibu-ibu pengelola BUMDes dapat terus memanfaatkan digital marketing dalam memasarkan produk secara rutin sehingga usaha yang dimiliki semakin berkembang, jangkauan pasarnya semakin luas, dan pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi perekonomian Desa Kertosono.

Penulis: Ramadhani Febriansyah

59 / 100 SEO Score