
Surabaya – Gelaran Lomba Peragaan Busana dan Reka Peristiwa: Napak Tilas Jejak Perjuangan Soekarno – Fatmawati guna menggugah sèmangat nasionalisme dan romansa sejarah dalam kemasan perjuangan dan cinta digelar di Selasar Lantai 1 Graha Prof. Dr. H. Roeslan Abdulgani kampus Untag Surabaya. Kegiatan ini masih dalam rangkaian memperingati Bulan Bung Karno.
Kegiatan peringatan Bulan Bung Karno yang dimaknai tidak sebatas seremoni saja, melainkan sebagai ruang ekspresi kreatif sekaligus refleksi sejarah bagi sivitas akademika. Tidak kurang dari 26 unit kerja dan fakultas turut ambil bagian, menyuguhkan teatrikal lima menit yang menggambarkan sisi perjuangan sekaligus sisi kemanusiaan Bung Karno dan Fatmawati.
Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., menyatakan bahwa Bung Karno dan Ibu Fatmawati bukan hanya pasangan suami istri, tetapi simbol keberanian, cinta tanah air, dan semangat pengabdian. “Semangat Bung Karno dan Ibu Fatmawati harus hidup di dada generasi muda. Ini bukan soal nostalgia, tetapi tentang warisan nilai perjuangan yang relevan sepanjang masa,” tegas Prof. Nugroho.
Rektor juga menyoroti peningkatan prestasi Untag Surabaya secara nasional yang menunjukkan bahwa kampus ini tidak hanya kuat dalam sejarah, tapi juga kompetitif dalam prestasi.
Penampilan peserta menghadirkan cerita-cerita ikonik, seperti lakon Putra Sang Fajar dari IA dan BPM, Fatmawati Penjahit Bendera Merah Putih oleh Biro Non Akademik, serta Cinta dan Kemerdekaan: Kisah Bung Karno dan Fatmawati dari Fakultas Vokasi. Keberanian berekspresi dan penghayatan emosional menjadi kekuatan utama penampilan mereka.
Tiga juri dari latar belakang profesional turut menilai penampilan, yakni Yasinta Aurellia (Puteri Indonesia Lingkungan 2023), Dr. Bawinda Lestari (praktisi komunikasi), dan Dr. Dra. Ayun Maduwinarti (Dekan FISIP UNTAG).
Ajang ini juga dimeriahkan UKM Musik Untag dan pembacaan puisi “Sang Singa Podium” oleh Adinda Azzah Ramadani Shelonita, siswi SMATAG yang pernah meraih Juara 2 Lomba Puisi Semangat Bung Karno. Dan hasil lomba menetapkan LSP P-1 sebagai Juara 1, disusul SMPTAG Surabaya (Juara 2), dan FISIP Untag (Juara 3). Panitia juga menggelar pemilihan Juara Favorit melalui TikTok, dengan pemenang ditentukan berdasarkan jumlah likes terbanyak.
Donny Maulana, salah satu peserta, mengaku timnya hanya sempat latihan dua hari. Namun hal itu tidak mengurangi kekuatan penampilan mereka. “Bukan soal durasi latihan, yang penting kami hadir dengan hati. Kami ingin benar-benar menghayati sosok Bung Karno,” kata Donny.
Kegiatan yang digelar Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya ini bukan hanya menyatukan kreativitas, seni, dan sejarah, tetapi juga membuktikan komitmen YPTA Surabaya dalam memperkuat pendidikan karakter dan nasionalisme di kalangan generasi muda. Semangat Bung Karno dan Fatmawati kembali hidup, bukan dalam buku sejarah, tetapi di panggung dan dalam hati para pelajar. info/red

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Luncurkan PANDAWA, Layanan Chat 24 Jam
Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Tingkatkan keterampilan budidaya ikan Lele
Perayaan 08 Tahun Himpunan Mahasiswa Papua UTM: Satu Tujuan, Satu Keluarga