
Periwisata bukan lah hanya tempat untuk sekedar melihat keindahan alam, namun juga tentang bagaimana keindahan tersebut bisa tersampaikan kepada Masyarakat luar. Di era Digital saat ini saya Bryan lie dari Prodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya, dari Mata kuliah Komunikasi Pariwisata yang diampuh oleh Drs. Widiyatmo Ekoputro, MA akan menanggapi tentang Indonesia yang menghadapi permasalahan yakni, keindahan alam di Indonesia yang mulai banyak namun penjualan yang tidak pernah mencapai target karena kurang populer hingga luar daerah nya, belom lagi orang kabupaten daerah wisata tersebut yang selalu memalak anggaran hingga wisatawan sendiri enggan untuk datang Kembali yang membuat tempat wisata tersebut tidak ramai lagi dan menuai banyak hal negative dari Masyarakat sekitar maupun luar, dengan strategi dan juga penataan ulang system ticketing yang kompleks dan juga 1 pintu akan memeberikan Kembali citra dari suatu tempat wisata.
Seringkali tempat wisata terjebak pada pikiran Produk sentris. Mereka beranggapan bahwa dengan membangun tempat wisata menjadi bagus akan cukup dan membiarkan alam yang bekerja sendiri, padahal citra dan cara berkomunikasi yang baik melalui media platform dapat menjabatani sebuah tempat wisata menjadi populer dan juga menjadi nilai value dari tempat tersebut. Penyampaian komunikasi yang benar memberikan storytelling dalam narasi dalam pembuatan Video dan juga menjadi edukatif dan informatif, dengan begitu orang yang belom pernah ke wisata tersebut menjadi tau dan juga tertarik untuk berkunjung ke wilayah tersebut.
Arus kunjungan wisata digerakkan dengan dinamika psikologi yang kontras seperti rasa Fomo, fenomena ini akan menjadikan suatu objek wisata yang viral akan sangat ramai dan akan berbondong bondong untuk berburu destinasi yang sedang viral. Anak muda jaman sekarang akan terus terikat dengan gadget dan juga media social, melalui media social juga anak muda mendapatkan refrensi untuk datang tempat wisata yang viral. Komunikasi pariwisata yang benar harus mampu merangkul dan menjadikan media untuk promosi, agar orang yang tidak tau menjadi tau dan ambisius atau fomo untuk datang ke tempat yang wisata. Selain untuk berwisata, juga untuk menjadi Promosi WOM “Word Of Mount” dan menjadikan tempat wisata itu semakin ramai karena banyak yang promosikan dimedia Platformnya masing masing seperti Tiktok, Instagram, dan lain sebagainya
Dihari libur, wajah pariwisata kita berubah menjadi lautan manusia. Semua tempat pariwisata akan ramai pengunjung, baik dari masyarakat lokal sekitar maupun pelancong luar daerah. Orang-orang akan berbondong-bondong menggunakan waktu libur mereka dengan maksimal untuk me inginkan, meskipun harus berdesakan.
Dari sisi ekonomi, kepadatan ini menciptakan denyut nadi yang positif. Lonjakan jumlah pengunjung secara otomatis meningkatkan omzet penjualan bagi pelaku usaha lokal. Menariknya, terjadi sebuah keseimbangan atau balance ekonomi yang unik. Kita bisa melihat bagaimana arus wisatawan dari kabupaten atau pinggiran kota masuk ke pusat-pusat keramaian kota—seperti fenomena orang-orang yang meramaikan Pasar Klojen atau destinasi ikonik lainnya. Komunikasi yang efektif harus mampu mengelola ekspektasi massa ini agar kepadatan tetap memberikan kepuasan kunjungan tanpa merusak daya dukung alam maupun fasilitas publik.
Membangun citra wisata alam memerlukan lebih dari sekadar anggaran iklan. Ia memerlukan kecerdasan naratif yang memahami psikologi lintas generasi dan kesiapan manajemen dalam menghadapi lonjakan massa. Komunikasi pariwisata harus bertransformasi dari sekadar alat promosi menjadi alat diplomasi yang menyeimbangkan antara keuntungan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Jika kita mampu menyampaikan narasi alam dengan benar, maka pariwisata kita akan menjadi ruang temu yang sehat antara ambisi viralitas anak muda dan kerinduan nostalgia orang tua. Dengan begitu, setiap keramaian di hari libur bukan lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai berkah ekonomi yang terdistribusi secara adil bagi masyarakat luas.
Bryan lie

Berita Lainnya
Implementasi Public Relations dalam Kegiatan Magang di PT PLN (Persero) UP3 Surabaya Barat
Pesona Pariwisata Gresik: Perpaduan Wisata Religi, Budaya, dan Alam yang Kian Berkembang
Peran Komunikasi Pariwisata dalam Meningkatkan Daya Tarik Jatim Park 2 sebagai Destinasi Unggulan di Malang