4 May 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Ketua Umum Tegaskan Arah Baru PIKI, Fokus pada Pengembangan SDM

62 / 100 SEO Score

IMG 20260504 WA0014

Maruarar Sirait Tegaskan Arah Baru PIKI, Fokus pada Pengembangan SDM

Surabaya – Pertemuan perdana Ketua Umum DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia, Maruarar Sirait, bersama sejumlah pengurus DPD dan DPC Jawa Timur berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban di Surabaya. Agenda yang berlangsung hingga pukul 19.30 WIB tersebut menjadi pertemuan awal pascakongres nasional sekaligus momentum konsolidasi organisasi di tingkat daerah.

Maruarar, yang juga menjabat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, hadir untuk menyampaikan arah baru kepemimpinan PIKI setelah terpilih dalam Kongres VII PIKI di Jakarta. Dalam kongres yang berlangsung di Hotel Gran Melia, Jakarta, pada 30 April–2 Mei 2026, ia terpilih sebagai Ketua Umum DPP PIKI periode 2026–2031 bersama Benyamin Patondok sebagai Sekretaris Jenderal.

Kongres tersebut tidak hanya memilih kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi ruang evaluasi atas tantangan organisasi intelektual Kristen di Indonesia. Dinamika internal, kebutuhan regenerasi, serta tuntutan agar PIKI semakin relevan terhadap isu kebangsaan menjadi bagian penting yang mengemuka dalam forum nasional itu. Sejumlah peserta kongres menilai PIKI perlu bergerak lebih aktif sebagai pusat pemikiran atau think tank yang mampu menghasilkan gagasan strategis bagi bangsa.

Seusai kongres, di tengah agenda kerja di Jawa Timur, Maruarar melakukan pertemuan terbatas dengan pengurus DPD PIKI Jawa Timur di Surabaya. Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa tantangan utama organisasi intelektual saat ini bukan sekadar menjaga eksistensi, tetapi membangun kontribusi nyata bagi masyarakat.

“PIKI tidak boleh hanya menjadi organisasi yang hadir secara administratif. PIKI harus menjadi rumah besar intelektual Kristen yang hidup, terbuka, dan mampu menjawab persoalan bangsa dengan gagasan,” ujar Maruarar.

Menurut dia, fragmentasi jejaring intelektual, minimnya kolaborasi lintas lembaga, serta belum optimalnya keterhubungan antara gereja, akademisi, dan profesional menjadi persoalan yang harus dijawab melalui konsolidasi organisasi.

“Kalau intelektual Kristen bergerak sendiri-sendiri, dampaknya terbatas. Tetapi ketika disatukan dalam semangat pelayanan dan kebangsaan, maka kontribusinya akan jauh lebih kuat,” katanya.

Visi tersebut diwujudkan melalui penguatan sumber daya manusia, sinergi dengan gereja dan perguruan tinggi Kristen, serta konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah. PIKI juga diarahkan menjadi ruang oikumenis yang merangkul berbagai profesi dan latar belakang sebagai wadah pertukaran pemikiran strategis.

Pertemuan turut dihadiri sejumlah pengurus daerah. Dari DPD Jawa Timur hadir Ketua DPD Dr. Ir. Daniel Rohi, M.Eng.Sc., IPU; Ketua Dewan Pakar Prof. Raja Oloan Saut Gurning, S.T., M.Sc., Ph.D., CTechMar.; Sekretaris Dewan Pakar Tigor Wilfritz Siaduon Panjaitan, S.T., M.Sc., Ph.D.; serta anggota Dewan Pakar Prof. Dr. Sautma Ronni Basana, S.E., M.Si. Dari DPC Surabaya hadir Dewan Penasihat Pdt. Yusak Maleta yang juga menjabat Ketua PGPI Jawa Timur, serta Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Bisnis Ivan Arista Sukuwandono, S.T., MBA. Sementara itu, dari DPC Kabupaten Sidoarjo hadir Ketua Ir. Marcus Remiasa, S.E., M.M.; dan dari DPC Kota Batu hadir Ketua Dr. Ir. Suryo Widodo, M.Ars., M.M., M.A.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD Jawa Timur Dr. Ir. Daniel Rohi, M.Eng.Sc., IPU menyampaikan apresiasi sekaligus dukungannya terhadap visi yang disampaikan Ketua Umum. Ia menilai arah baru kepemimpinan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia di bawah Maruarar Sirait memberikan harapan agar organisasi semakin relevan dengan dinamika zaman.

“Visi ini sangat tepat. Kami di daerah siap mendukung agar PIKI dapat bergerak lebih progresif, adaptif, dan kontributif dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan kebangsaan,” ujar Dr. Ir. Daniel Rohi, M.Eng.Sc., IPU.

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan konsolidasi hingga ke tingkat daerah, agar gagasan yang dibangun di tingkat pusat dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Di akhir pertemuan, putra mendiang politisi senior dan negarawan Indonesia, Sabam Sirait, itu mengingatkan bahwa Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia perlu terus menghadirkan pemikiran kritis dan konstruktif bagi bangsa, sekaligus mendorong aksi nyata dalam mengintervensi kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

“PIKI tidak cukup hanya melahirkan gagasan. Organisasi ini juga harus mampu menghadirkan rekomendasi dan keterlibatan nyata dalam isu-isu publik, sehingga intelektualitas memiliki dampak yang dirasakan masyarakat,” ujar Maruarar Sirait.

Menurut dia, semangat tersebut sejalan dengan teladan tokoh nasional seperti J Leimena, T. B. Simatupang, Sabam Sirait, dan Radius Prawiro, dyang menunjukkan bahwa intelektualitas tidak berhenti pada gagasan, melainkan diwujudkan melalui pengabdian bagi masyarakat dan negara.info/red

62 / 100 SEO Score