
Pustakalewi.com – Sebanyak 16 sekolah penggerak asal Sidoarjo memamerkan beragam karya dan program inovatif mereka pada event Project Management Office (PMO) Dinas Pendidikan Jatim di auditorium SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo kemarin (16/2). Total ada ratusan karya yang dipamerkan.
Bahkan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi yang hadir kemarin dibuat kepincut. Inovasi karya siswa tak kalah oleh karya mahasiswa perguruan tinggi. Wahid sampai menghabiskan waktu cukup lama untuk meninjau tiap stan pameran karena tertarik dengan karya siswa.
Di antaranya, karya siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo berupa alat bernama Plant Protection Plateral Agricultural Sector. Alat berbasis internet itu membantu para petani untuk meminimalisasi gagal panen akibat cuaca ekstrem dan kekurangan pasokan air.
Alat tersebut dilengkapi payung otomatis yang terbuat dari plastik UV untuk melindungi tanaman serta sensor penyiraman air otomatis jika terjadi cuaca ekstrem. Bisa dikendalikan jarak jauh karena memanfaatkan jaringan internet.
Salah seorang pencetus alat tersebut, Muammar Bahalwan, menyebut inovasi itu untuk membantu mendeteksi sekaligus memberikan solusi pada lahan pertanian saat ada cuaca ekstrem. ’’Sangat membantu petani agar tidak sampai gagal panen,’’ kata Bahalwan.
Selain terkait teknologi, sekolah tersebut juga memamerkan program keterampilan siswa lewat praktik membatik tulis. Hasilnya dipasarkan di pameran dan dijual. Info/red

Berita Lainnya
Bangun Bangsa: Sekolah Berasrama yang Menjadi Pelabuhan Harapan bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Ajak Bersama Kawal Seleksi Siswa Sekolah Rakyat
Mahasiswa Untag 1945 Surabaya Beri Pelatihan Digital UMKM di Mojokerto