
Surabaya, pustakalewi.com – Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Maxi Rein, menyatakan bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan angka kasus gangguan jiwa dan depresi meningkat hingga 6,5 persen di Indonesia.
Menurutnya, meningkatnya gangguan mental dan depresi pada masa pandemi tersebut kini mencapai 12 juta orang dan mereka termasuk usia produktif. Penyebabnya sebagian besar adalah masalah keterbatasan sosial karena terlalu lama diam di rumah, dan karena kehilangan pekerjaan.
“Mereka yang mengalami gangguan jiwa dan depresi mulai usia 15 tahun hingga 50 tahun atau usia produktif,” ucap Maxi Rien. Lebih lanjut, studi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2019 mengungkapkan setiap 40 detik, satu orang meninggal bunuh diri yang jumlahnya lebih banyak daripada korban perang.
Untuk mengatasi masalah kesehatan mental, perlu adanya perubahan gaya hidup baik fisik maupun psikologis. Selain itu, perlu juga bergabung dengan komunitas yang saling mendukung satu sama lain.
Stress Management Indonesia (SMI) hadir untuk membantu mengatasi masalah kesehatan mental dengan menciptakan gerakan hidup sehat dan komunitas yang saling mendukung secara rohani dan jasmani.
SMI berdiri sekitar 7 tahun yang lalu. Pendiri SMI, Coach Pris, ingin mengedukasi gerakan hidup sehat dengan membangun komunitas sehat jasmani-rohani. Komunitas tersebut fokus pada penyediaan informasi dan solusi praktis untuk mengelola masalah kesehatan mental secara holistik.
Ajakan untuk mengatasi masalah kesehatan mental secara holistik tidaklah mudah. Banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari stigma masyarakat tentang masalah kesehatan mental, sampai sedikitnya orang yang ingin mencari bantuan.
Namun, berkat kerja keras dan pemanfaatan media sosial untuk edukasi, pelan-pelan masyarakat mulai tertarik untuk mengubah gaya hidup secara holistik. “Perjalanan kami selama 7 tahun memang tidak mudah, tapi akhirnya setelah kerja keras, kami bisa menjangkau 80.872 orang,” ujar Coach Pris lebih lanjut.

SMI memiliki klien mulai dari lembaga pemerintah, sekolah, tempat fitness, sampai organisasi non-profit. Saat ini SMI juga bekerjasama dengan Telkomsel dan pernah bekerja sama dengan EF, GenHR, Indonesia Tatler, Connext, Greenhouse, dan Financial Club.
SMI mengubah gaya hidup secara holistik dengan berbagai program yang dimiliki. Terdapat Happiness Bundle sebagai paket komplit untuk meningkatkan kebahagiaan secara holistik. Ada 30 Days Happiness Challenge yang baru saja diluncurkan untuk meningkatkan kebahagiaan secara mandiri dan mudah hanya dalam waktu 1 bulan.
Lalu ada The Ultimate Brain Health Program yang baru-baru ini diluncurkan untuk mengatasi masalah kesehatan mental melalui otak. Ada pula Self Discovery untuk menemukan potensi dan kekuatan diri.
Hal yang paling ditekankan dari SMI adalah privasi. “Kami menjaga privasi semua klien karena jika mereka tidak percaya, mereka tidak akan menceritakan masalahnya kepada kami, dan kami tidak bisa membantu mereka. Oleh karena itu, privasi merupakan hal paling penting bagi kami dan selama ini, semua rahasia klien-klien kami aman bersama kami,” ujar Coach Pris.
Pada akhirnya, Coach Pris berpesan bahwa tidak perlu malu untuk memiliki masalah kesehatan mental karena kita tidak pernah sendiri. Terlebih lagi, masalah kesehatan mental bisa diatasi dari rumah dengan cara-cara yang sederhana. Hal yang penting adalah memiliki komitmen dan memiliki pikiran yang terbuka untuk bisa berubah. (PJ)

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Surabaya Ingatkan Peserta JKN: Jangan Terburu-buru Membeli Obat saat Stok Kosong
Ini Alasan BPJS Kesehatan Memutus Kerja Sama Dengan RS Petrokimia Gresik
BPJS Kesehatan Apresiasi Mutu Layanan, Dua Faskes Surabaya Raih Seva Paramahita Award 2026