
Surabaya – Genap berusia 56 tahun, Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FB UKWMS) konsisten meningkatkan mutu dan kinerja pendidikan profesi berkelanjutan.
Salah satunya melalui momen Penandatanganan MoU antara Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI) dan UKWMS, pada Sabtu (23/10) kemarin secara daring.
IAMI merupakan Asosiasi Profesi Akuntan Manajemen dengan visi menjadi asosiasi profesi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktek akuntansi manajemen dan keuangan, serta bidang lain yang terkait, yang berorientasikan pada etika, tanggung jawab sosial, dan lingkungan.
Penandatangan MoU secara daring oleh Ketua Umum IAMI, Gatot Trihargo dan Rektor UKWMS, Kuncoro Foe, dengan menunjukkan bukti pada layar Zoom.
“Terima kasih atas kerja samanya IAMI dan UKWMS semoga dapat semakin bertumbuh bersama, karena tanpa adanya SDM yang kompeten maka akan menjadi ancaman di masa depan,” kata Kuncoro.
“Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi untuk mengembangkan kegiatan bagi mahasiswa,” ujar Gatot.
Ruang lingkup kerja sama MoU ini meliputi pelaksanaan Ujian CPMA (CPMA Examination), penyelenggaraan kursus persiapan Ujian CPMA (CPMA Preparatory Courses) dan, kerja sama lainnya yang mendukung pengembangan profesi akuntan,” ujar Lodovicus Lasdi Dekan FB UKWMS.
Usai kegiatan penandatanganan MoU, acara berlanjut dengan kuliah tamu yang mengusung tema Managing Technology and Big Data for Competitive Advantage. Dimoderatori Dr. Agnes Utari Widyaningdyah, dosen FB UKWMS, hadir sebagai pembicara yakni AC Mahendra K. Datu, Direktur PT. Edukasi Rekanan dan Mark Guardo Alberto, Business and System Development and Accounting Learning Center PT. Indoprima Group.
Mengawali kuliah tamu, Ketua Umum Yayasan Widya Mandala Surabaya, Ignasius Jonan, hadir sebagai Keynote Speaker.
“Digitalisasi dan Big Data membuka banyak kesempatan baru karna dapat digunakan di bidang bisnis, terutama terkait consumer product,” jelas Jonan.
Ia berharap nantinya akan ada mata kuliah khusus yang membahas mengenai Big Data di UKWMS, karena dengan adanya Big Data tentu akan mempermudah mendapat data yang akurat dan transparan.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Mahendra yang menjelaskan tentang tugas Akuntan Manajemen berkaitan dengan Big Data seperti penganggaran, perencanaan, penyusunan strategi dan pengambilan keputusan.
“Ketelitian dalam membaca data itu penting, karena bila salah dalam membaca dapat berdampak pada hasil,” jelas Mahendra.
Big Data juga membantu akuntan menjawab pertanyaan terkait kebiasan konsumen, yang didapat dari kegiatan konsumen selama menggunakan sosial media. Sehingga, pilih data yang benar-benar berkualitas dan terpercaya.
Terakhir materi dari Mark mengenai pengolahan Big Data, yang awalnya berupa informasi dianalisis hingga menjadi wawasan yang dibutuhkan oleh perusahaan.
“Data yang telah menjadi wawasan dapat diberikan sebagai masukan kepada perusahaan, sehingga nantinya dapat mengambil keputusan yang tepat,” pungkas Mark. info/red

Berita Lainnya
UC Fair 2026 Asah Jiwa Wirausaha Siswa Sejak Dini
UK Petra dan Australia Sulap Limbah Kopi Jadi Produk Bernilai di Malang
Sentuhan Budaya Jawa Timur di Altar GKJW, Mahasiswa Arsitektur ITN Malang Raih Juara 2 Sayembara Desain