26 October 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Christ Above All Else. Menemukan Kembali Kehadiran Tuhan di Tengah Pergumulan Iman

16 / 100 SEO Score

christ above 1
Pasuruan, Pustakalewi News — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkuliahan dan pergumulan pribadi yang kerap menguji iman, sekelompok orang percaya berkumpul untuk menarik napas, merenung dan kembali menempatkan Kristus di atas segala hal. Retreat dengan tema “Christ Above All Else” yang diangkat dari Mazmur 73:25–26 ini digelar selama 16-18 Oktober di Hotel Permata Biru, Trawas, Pasuruan dan diikuti oleh 60 peserta dengan penuh antusiasme.

Tema ini bukan sekadar rangkaian kata indah. Panitia pelaksana ingin menyampaikan pesan yang mendalam. Makna tema tersebut adalah bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan, raih, dan impikan tidak pernah lebih besar dari kehadiran Tuhan dalam hidup orang percaya. Lebih dari itu, retreat ini hadir sebagai jawaban atas kegelisahan mereka yang mungkin mulai mempertanyakan keimanan karena perasaan yang salah. Retreat ini pun menjadi ruang aman untuk kembali meneguhkan hati.

Rangkaian Kegiatan yang Menyentuh Hati

Setiap hari retreat dibuka dan ditutup dengan renungan pagi dan malam dalam kelompok kecil. Momen intim ini menjadi fondasi spiritual yang mengikat setiap peserta, memungkinkan mereka berbagi pergumulan dan saling menguatkan dalam suasana kekeluargaan.

Hari kedua menjadi puncak kebersamaan melalui sesi outbound yang dirancang untuk memupuk solidaritas antar anggotа kelompok. Tawa, kerja sama, dan semangat saling mendukung mewarnai setiap tantangan yang dihadapi. Malam harinya, suasana berubah menjadi khidmat saat api unggun dinyalakan. Dalam terang api yang hangat, setiap peserta diberi ruang untuk membicarakan harapan pribadinya di depan hadirin, sebuah momen jujur dan emosional yang menyatukan hati mereka.
christ above2

Materi yang Menguatkan Iman

Tiga pembicara dihadirkan untuk membekali peserta dengan wawasan rohani dan psikologis. Kak Olin, Dosen Psikologi Untag, membawakan bahasan berjudul “Guided by Him”, mengajak peserta memahami bagaimana Tuhan menuntun langkah hidup mereka. RD. Robertus Theo dalam sesi tema “Listen to Him” mengingatkan pentingnya mendengar suara Tuhan di tengah kebisingan dunia. Sementara itu, Pdt. Denny Jackson Kalangie menutup rangkaian materi dengan tema utama “Christ Above All Else”, menegaskan kembali bahwa Kristus adalah pusat dari segala sesuatu.

Setiap sesi disampaikan dengan serius namun tetap santai, seperti keluarga sendiri. Suasana hangat ini membuat peserta merasa diterima dan bebas berekspresi, sehingga pesan yang disampaikan dapat meresap lebih dalam.

Retreat ini meninggalkan kesan positif yang mendalam bagi para peserta dalam menjalankan kehidupan sehari-hari maupun perkuliahan. Banyak yang mengaku dikuatkan dan kembali menemukan fokus iman mereka. “Saya datang dengan hati yang lelah, tetapi pulang dengan hati yang diperbarui,” ungkap salah satu peserta dengan mata berkaca-kaca. Ungkapan peserta lainnya, “Di setiap sesi seru walaupun pembahasan serius namun tetap santai seperti diskusi keluarga.”

Dengan berakhirnya retreat ini, diharapkan setiap peserta membawa pulang bukan hanya kenangan indah, tetapi juga komitmen baru untuk menempatkan Kristus di atas segala hal, di setiap langkah, setiap keputusan, dan setiap pergumulan hidup. Sebab seperti kata pemazmur, “Siapa yang kupunyai di sorga selain Engkau? Tidak ada yang kuingini di bumi selain Engkau.” (Mazmur 73:25)

(Pramodya)

16 / 100 SEO Score