10 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Menemukan Esensi Ilmu Komunikasi di Balik Ketegasan Unit Pengamanan KAI Daop 8 Surabaya

64 / 100 SEO Score

WhatsApp Image 2026 05 21 at 19.14.26

Bagi sebagian orang, unit keamanan identik dengan ketegasan instruksi dan kedisiplinan yang ketat tanpa banyak kompromi. Namun, sudut pandang tersebut berubah sepenuhnya saat saya berkesempatan menyelami dinamika kerja di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya. Perkenalkan, saya Nadiva Nurfaizah, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Selama menjalani program magang 8 minggu di Unit Pengamanan, saya dibimbing langsung oleh dosen saya, Pak Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom. Arahan intensif dari beliau sangat membantu saya dalam mengorelasikan teori komunikasi di kampus dengan dunia industri perkeretaapian yang nyata.

Selama masa magang ini, aktivitas saya berpusat di lingkungan kantor Daop 8 Surabaya, salah satunya dengan merasakan langsung warna tersendiri saat menjaga area front office. Di meja ini, saya menjadi wajah pertama yang ditemui oleh tamu dengan berbagai keperluan, mulai dari masyarakat umum yang memerlukan informasi, hingga rekan-rekan mahasiswa dari berbagai universitas yang ingin mengajukan proposal magang. Menghadapi rekan sebaya yang ingin magang menjadi pengalaman yang unik bagi saya , di mana saya belajar bagaimana bersikap profesional namun tetap ramah, serta memberikan arahan prosedur yang jelas tanpa menghilangkan sisi apresiatif sebagai sesama mahasiswa. Melalui rutinitas di meja front office, saya benar-benar mengasah manajemen emosi dan kesabaran dalam menghadapi berbagai karakter manusia yang berbeda setiap harinya.

Selain bertugas di meja depan, aktivitas kerja saya di kantor juga melibatkan aspek administratif yang sangat penting bagi pelayanan. Tak jarang, saya dipercaya untuk membantu penyelia dalam melakukan pendataan barang hilang (lost and found). Secara administratif, kegiatan ini mungkin terlihat seperti pencatatan biasa, namun di baliknya tersimpan proses komunikasi yang sangat krusial. Memberikan kepastian kepada orang yang sedang panik atau bingung karena kehilangan barang berharga memerlukan ketenangan tersendiri dan akurasi informasi yang tepat. Di sinilah integritas unit pengamanan dan kualitas pelayanan komunikasi di lingkungan kantor benar-benar diuji secara nyata.

Menariknya, tugas di bagian pengamanan ini ternyata bukan cuma dilakukan di dalam lingkungan kantor saja. Saya juga diajak untuk terjun langsung ke lapangan guna melihat dan mempraktikkan aspek komunikasi secara lebih luas di tengah masyarakat luas. Salah satu momen paling berkesan bagi saya di lapangan adalah saat mendapatkan kesempatan untuk melakukan sosialisasi keselamatan perkeretaapian ke sekolah-sekolah yang lokasinya berdekatan dengan rel kereta. Aktivitas lapangan ini memberikan tantangan yang sangat berbeda dibandingkan dengan tugas administratif di balik meja kantor.

dokumentasi sosialisasi keselamatan perkeraletaapiian ke sekolah sd

Ketika berada di lapangan untuk bersosialisasi dengan anak-anak sekolah, kemampuan public speaking saya benar-benar diuji melampaui batas teori di ruang kelas. Berbicara di depan anak-anak sekolah tentu tidak sama dengan melakukan presentasi formal. Di sini, saya dituntut untuk mampu menerjemahkan aturan keselamatan yang bersifat teknis menjadi bahasa yang sederhana, ceria, dan mudah diingat oleh mereka. Tantangannya adalah bagaimana cara kita mengajak mereka peduli pada keselamatan tanpa harus menakut-nakuti. Momen lapangan ini melatih saya untuk mempraktikkan adaptasi gaya bicara agar pesan keselamatan bisa diterima dengan baik oleh audiens yang berbeda usia , karena komunikasi bukan lagi soal apa yang kita sampaikan, melainkan bagaimana cara kita menyentuh pemahaman mereka.

Melihat dedikasi dan proses belajar tersebut, Pak Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom. selaku dosen pembimbing memberikan apresiasi tingginya terhadap jalannya program magang ini. Saat diwawancarai mengenai keterlibatan mahasiswanya di unit operasional, beliau menyampaikan bahwa esensi magang adalah perluasan ruang belajar. “Kami di Prodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya selalu mendorong mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman. Apa yang dilakukan Nadiva di Unit Pengamanan KAI Daop 8 membuktikan bahwa kompetensi komunikasi tidak terbatas pada ruang humas atau media saja, melainkan menjadi fondasi penting di lini operasional yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik,” ujar Pak Dey.

Pengalaman berharga di unit pengamanan PT KAI Daop 8 ini pada akhirnya membuka mata saya bahwa ruang lingkup ilmu komunikasi itu sejatinya menembus berbagai sekat dan profesi. Kompetensi ini tidak melulu harus dikurung di dalam ruang humas, biro periklanan, ataupun studio penyiaran saja. Kehadirannya justru senantiasa hidup pada setiap keramahan tegur sapa petugas, kesigapan di balik meja front office , hingga ketegasan instruksi dalam menjaga keselamatan publik. Bagi saya, Nadiva Nurfaizah, magang ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik semata , melainkan sebuah perjalanan berharga untuk memahami manusia lebih dekat , serta pulang membawa kesiapan mental profesional yang matang.

Oleh: Nadiva Nurfaizah, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945

64 / 100 SEO Score