20 August 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Membedah Sosok Rasul Jawa bersama PGIW Jawa Timur

12 / 100 SEO Score

berita bedah buku

Surabaya, Pustakalewi.com – Sosok Jelle Eeltjes Jellesma yang juga dijuluki sebagai Rasul Jawa menjadi sentral pembicaraan yang diangkat melalui forum bincang sejarah dan bedah buku dalam rangka Bulan Oikoumene yang diselenggarakan oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Jawa Timur (PGIW Jatim) pada Sabtu sore (11/10/2025) di GPIB Jemaat Immanuel Surabaya.

Forum ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari gereja-gereja anggota PGI dan lembaga-lembaga mitra seperti GAMKI Jawa Timur, GMKI, JKLPK Jawa Timur, LBH HOPE, PIKI Jawa Timur, dan media partner Pustakalewi dan Penabur.

Hadir sebagai pembicara adalah Wiryo Widianto, penulis buku “Riwayat Hidup J.E. Jellesma, Sang Rasul Jawa” dan hadir pula Pdt. (Em.) Simon Filantropa sebagai penanggap. Forum ini dimoderatori oleh Pdt. Rully Antonius Haryanto dari GPIB Jemaat Immanuel Surabaya.

Di awal diputar perjalanan singkat Jellesma, Sang Rasul Jawa yang lahir di Belanda dan hidup sebatang kara. Orang tua meninggal saat ia masih kecil. Ia bekerja keras dan belajar apapun. Yang penting ialah melakukan relasi dengan Tuhan. Ia dapat panggilan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tanah Jawa melalui lembaga penginjilan NZG.

Wiryo Widianto juga menceritakan kaitan sosok Jellesma dengan Coolen yang nantinya menjadi tokoh penting pergerakan Kekristenan di Mojowarno. Dia jugamenonjolkan kesan pertama pemuridan di kehidupan Jellesma saat berada di Surabaya tahun 1848. Tantangan pertama di Surabaya dialami Jellesma karena kurang komunikasi dengan orang-orang Jawa.

Sementara itu Pdt. (Em.) Simon Filantropa memberi pendapat tentang pemuridan Jellesma. Pemuridan adalah proses untuk pendewasaan. Salah satu penting dalam kemuridan ialah setia berkorban. Istilah penginjil kristen ada tiga,  dulu: Theosentris, lalu: Anthroposentris, dan kini: Ecosentris.

Sosok Jellesma bukan hanya dilihat sebagai penginjil dari lembaga misionaris Belanda, namun dia melakukan pekerjaan misi di Jawa dan mempercayai metode “pribumi harus diinjili oleh pribumi”. Ia melatih dan memberdayakan masyarakat lokal untuk menjadi pekabar Injil.

(Pramodya/Redaksi)

12 / 100 SEO Score