
Surabaya – Sebanyak 72 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Keikutsertaan ini menjadi peluang bagi UMKM Jatim memperluas pasar hingga menembus pasar global.
Dari jumlah tersebut, 17 UMKM tampil langsung dalam pameran KKI 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Sementara 55 UMKM lainnya mengikuti pameran secara daring.
KKI 2026 digelar Bank Indonesia pada 20-23 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”.
Tahun ini, KKI mengangkat semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama. Momentum tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong pemulihan UMKM di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan KKI menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat daya saing UMKM, termasuk dari sisi pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan pasar.
“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan, sedangkan berdaya saing melalui inovasi produk dan perluasan pasar,” kata Destry saat membuka KKI 2026.
KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11. Tahun ini, Bank Indonesia menggandeng 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis.
Pameran luring diikuti lebih dari 550 UMKM. Sementara pameran daring melalui platform KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah ini meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
Selama empat hari, KKI menghadirkan 44 rangkaian kegiatan. Di antaranya talkshow ekonomi dan keuangan inklusif, business matching pembiayaan dan ekspor, showcase UMKM, pagelaran karya kreatif, hingga promosi pariwisata.
Produk yang ditampilkan juga beragam, mulai dari wastra, fesyen, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga produk desa wisata.
UMKM Jatim Jadi Kekuatan Ekonomi
Keikutsertaan UMKM Jawa Timur dalam KKI 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi sektor usaha yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah.
Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mencatat jumlah UMKM di Jawa Timur mencapai 2,57 juta unit usaha. Sektor ini menyerap 96,3 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 57 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur.
KPwBI Jawa Timur selama ini membina 67 UMKM dari berbagai sektor, mulai dari wastra, kriya, fesyen, kopi hingga makanan dan minuman olahan.
Pembinaan dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi.
KKI 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan UMKM binaan tersebut dengan pasar yang lebih luas. Selain pameran, pelaku usaha juga mendapat kesempatan mengikuti business matching untuk pembiayaan, ekspor, dan pengembangan rantai nilai.
Bagi UMKM Jatim, keikutsertaan ini bukan sekadar memajang produk. Momentum KKI menjadi kesempatan menguji daya saing produk, membuka jejaring bisnis, sekaligus memperbesar peluang masuk ke pasar nasional dan global.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat gerakan Bangga Buatan Indonesia melalui produk-produk lokal yang semakin siap bersaing. info/red

Berita Lainnya
BEI Terbitkan IDX Green Equity Designation
Hotel Horison Arcadia Heritage Surabaya Gelar ‘Fun Coloring & Tourwagen Trip’, Ajak Anak Jelajahi Sejarah Kota Lama
BI Gelar KKI 2026 Libatkan 550 UMKM, Dorong UMKM Untuk Naik Kelas