24 August 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Iwan Sunito Lahirkan One Muse Ruang Inklusif bagi Talenta Berkebutuhan Khusus

63 / 100 SEO Score

Iwan Sunito

Surabaya – One Global Resorts Green Square di Sydney, Australia, memperkenalkan One Muse, kafe, bar, galeri seni, sekaligus platform social enterprise yang membuka ruang bagi individu dengan kebutuhan belajar khusus untuk mengembangkan potensi dan membangun kemandirian.

Inisiatif yang digagas pengusaha Australia kelahiran Surabaya, Iwan Sunito, itu menjadi bagian dari visi Sunito Foundation untuk memastikan kemampuan seseorang mendapat ruang yang setara untuk berkembang, tanpa dibatasi oleh tantangan yang mereka hadapi.

“Visi utama Sunito Foundation sebenarnya sederhana: setiap orang berhak dilihat berdasarkan apa yang dapat mereka capai, bukan dari hal-hal yang menjadi tantangan bagi mereka,” ujar Iwan Sunito, Founder dan CEO One Global Resorts.

Menurut Iwan, One Muse dirancang bukan sekadar sebagai tempat menikmati makanan, minuman, atau melihat karya seni. Platform itu juga diharapkan menjadi ruang bagi komunitas untuk berkarya, bekerja, berkolaborasi, hingga memperoleh peluang ekonomi.

“One Muse adalah tempat di mana visi tersebut menjadi nyata, melalui galeri, kafe, ruang kerja, dan pada akhirnya sebuah jalan yang dapat menjadi milik seluruh komunitas,” katanya.

Nama One Muse diambil dari kata muse, yakni sosok atau kekuatan yang menjadi sumber inspirasi bagi kreativitas dan ekspresi seni. Inspirasi utama proyek itu datang dari putri kedua Iwan, Hannah Sunito.

Hannah merupakan individu dengan kebutuhan belajar khusus yang sejak kecil menghadapi berbagai tantangan. Dengan dukungan keluarga, ketekunan, dan kecintaannya terhadap seni, ia kemudian menemukan karakter kreatifnya dan berkembang sebagai seniman.

Karya Hannah telah dipamerkan di berbagai lokasi di Sydney, mulai dari universitas, kegiatan amal, hingga pameran kelompok. Ia juga pernah mengikuti Randwick Art Society Annual Art Show dan menggelar pameran tunggal pertamanya.

Pada 2021, Hannah meraih kemenangan pada kategori lukisan minyak/akrilik dalam Randwick Art Society Annual Exhibition.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi lahirnya One Muse. Saat ini, Hannah dipercaya sebagai CEO One Muse dan terlibat langsung dalam pengembangan bisnis sekaligus misi sosial platform itu.

“One Muse memang berawal dari Hannah, tetapi kami tidak ingin One Muse hanya tentang Hannah,” kata Iwan.

Ia berharap pengalaman putrinya dapat menjadi pintu masuk bagi lebih banyak individu dengan kebutuhan belajar khusus untuk memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan.

“Hannah mungkin merupakan muse pertama, tetapi kami berharap ia dapat menginspirasi ribuan muse lainnya,” ujarnya.

One Muse juga menjadi tahap awal dari rencana lebih besar Sunito Foundation melalui One Muse Art Street. Konsep itu diarahkan untuk memperluas aktivitas seni dari dalam venue menuju jalan dan ruang publik di sekitar One Global Resorts dan Green Square Library.

Konsepnya terinspirasi dari art street dan piazza di Eropa serta Italia. Berbagai kegiatan seperti live painting, pameran seni, musik, pertunjukan, workshop, outdoor dining, dan aktivitas komunitas akan menjadi bagian dari kawasan kreatif tersebut.

Sunito Foundation ingin menciptakan ruang publik yang memungkinkan seniman, musisi, penampil, dan masyarakat dari berbagai latar belakang berinteraksi serta berpartisipasi.

One Muse bersama Pemerintah Kota Sydney saat ini tengah membahas peluang pemanfaatan jalan dan ruang publik sebagai ruang seni dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Jalan memiliki arti penting karena seni tidak seharusnya tersembunyi di dalam satu ruangan,” ujar Iwan.

Menurut dia, keberadaan ruang seni di area publik akan membuat kreativitas dan kesempatan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

Sunito Foundation menempatkan One Muse sebagai platform yang lebih luas daripada sekadar galeri. Kegiatan yang disiapkan mencakup pameran dan penjualan karya, workshop, kolaborasi kreatif, akses pekerjaan, hingga penyewaan karya seni untuk perkantoran, hotel, proyek properti, dan berbagai acara.

Target akhirnya adalah membantu individu membangun kepercayaan diri, identitas profesional, penghasilan, serta rasa memiliki terhadap komunitas.

Platform itu juga diarahkan untuk berjalan bersama keluarga. Dengan begitu, keluarga dapat melihat potensi dan peluang masa depan yang bisa dikembangkan anak-anak mereka.

“Inklusi atau pemerataan sosial tidak dapat berhenti pada kata-kata atau kegiatan yang hanya dilakukan sesekali. Dia juga harus menciptakan platform yang nyata, tanggung jawab yang sesungguhnya, penghasilan yang memadai, serta kepercayaan diri untuk ikut berpartisipasi,” kata Iwan.

Ia menilai kreativitas dan kontribusi individu dengan kebutuhan belajar khusus harus memiliki nilai yang dapat diakui masyarakat.

Pengembangan One Muse mendapat dukungan dari kinerja komersial One Global Resorts Green Square. Pada Januari-Juni 2026, hotel bintang lima itu mencatat tingkat okupansi rata-rata 95,07 persen dengan pendapatan kotor sekitar AUD5,6 juta.

Berdasarkan laporan STR (Smith Travel Research), hotel tersebut juga tercatat sebagai market leader di kelasnya.

One Global Resorts Green Square turut memperoleh penghargaan Tripadvisor Travelers’ Choice Best of the Best 2026. Penghargaan tahunan itu diberikan kepada kurang dari 1 persen properti di seluruh dunia.

Saat ini, hotel tersebut berada di peringkat ke-12 dari 196 hotel di Sydney berdasarkan Tripadvisor.

“Bagi kami, keberhasilan komersial dan tujuan sosial seharusnya bisa saling mengisi,” ujar Iwan.

Ia menilai bisnis yang sehat dan berkelanjutan dapat menjadi fondasi agar program sosial tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek.

“Bisnis yang berkelanjutan memberikan kemampuan bagi sebuah visi untuk bertahan, berkembang, dan menciptakan peluang dari tahun ke tahun,” katanya.

Peluncuran One Muse juga berlangsung ketika industri pariwisata Sydney menunjukkan permintaan yang kuat. Dalam periode satu tahun hingga Maret 2026, Sydney menerima 67,5 juta kunjungan wisatawan dengan total belanja mencapai AUD34,7 miliar. Dari angka itu, AUD13,9 miliar berasal dari wisatawan internasional.

Dari sisi akses, One Global Resorts Green Square terhubung langsung dengan jaringan kereta Sydney melalui Green Square Station. Hotel itu diklaim sebagai satu-satunya hotel bintang lima di Sydney yang memiliki akses langsung ke jaringan kereta kota.

Kombinasi antara kinerja bisnis, akses transportasi, dan pengembangan ruang seni membuat One Muse diposisikan bukan hanya sebagai fasilitas tambahan hotel, tetapi sebagai bagian dari upaya memperluas peran One Global Resorts Green Square sebagai ruang komunitas dan kreativitas.

“Ini baru permulaan,” kata Iwan.

“Harapan kami adalah membangun sebuah platform jangka panjang, di mana talenta berkembang menjadi kepercayaan diri untuk membuka peluang, dan pada akhirnya mengantar kepada sebuah kemandirian.”

63 / 100 SEO Score