
Surabaya, Pustakalewi.com – Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB) Regional Jawa Timur memperingati Hari Anak Nasional dengan menggelar deklarasi Gerakan Ramah Anak melibatkan unsur -unsur gereja, lembaga keumatan Kristen, dan panti asuhan/LKSA di Kota Surabaya dan sekitarnya.
Deklarasi Gerakan Ramah Anak ini diadakan pada Sabtu siang (23/07) bertempat di kantor Yayasan Anak Bintang Cemerlang di kawasan Kalijudan, Surabaya. Hadir beberapa perwakilan lembaga keumatan Kristen seperti dari PGI Wilayah Jawa Timur, BAMAG Kota Surabaya, Asosiasi Pendeta Indonesia Kota Surabaya, PGLII, Yayasan Pondok Kasih, dan JKLPK Region Jawa Timur. Hadir pula dari unsur pemerintah adalah Galih Pambuko dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur.
Koordinator JPAB Regional Jawa Timur, Jenny Goenawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk terus mendorong terbentuknya Kota Layak Anak di Surabaya.
“Dalam rangka mendukung tercapainya program pemerintah mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030 dengan target 400 kota Layak Anak dan Surabaya sebagai Kota Layak Anak (KLA), kami mendorong berbagai pihak untuk membangun berkomitmen bersama Gerakan Ramah Anak” ujarnya.
Sementara itu, salah satu fasilitator JPAB, Pdt. Toninardi Wijono, menekankan bahwa anak-anak merupakan aset bangsa dan seharusnya mendapat perlindungan dari keluarga, masyarakat dan negara. Karena itu, JPAB mengajak seluruh elemen masyarakat berkomitmen dalam pelaksanaan perlindungan anak melalui Gerakan Ramah Anak ini.
Di akhir acara, seluruh peserta membacakan deklarasi gerakan ramah anak dipimpin oleh Pdt. Daniel Royo selaku Sekretaris Umum BAMAG Kota Surabaya. Deklarasi ini berisi lima poin komitmen untuk melindungi anak dan kemudian secara simbolis seluruh peserta menandatangani banner mewakili masing-masing lembaga.
(sav)

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Klaim Program JKN Makin Kuat Tembus 282,7 juta Jiwa Total Penduduk Indonesia
UKKKP UNESA Undang UK3 Untag dalam Unesa Cup 2026
Film ‘Foufo’, Angkat Kisah Alien Mendarat di Keluarga Madura Yang Membawa Pengalaman Baru Bagi Karina Aliya