1 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Film ‘Foufo’, Angkat Kisah Alien Mendarat di Keluarga Madura Yang Membawa Pengalaman Baru Bagi Karina Aliya

62 / 100 SEO Score

Karina FoUfo

Surabaya – Film komedi fiksi ilmiah (sci-fi) karya sutradara Bayu Skak bertajuk Foufo siap menyapa penonton bioskop mulai 9 Juli 2026. Sebelum tayang secara nasional, Surabaya menjadi kota pertama yang menggelar pemutaran spesial sebagai bentuk apresiasi terhadap kota yang menjadi bagian penting dalam proses lahirnya film tersebut.

Foufo menghadirkan cerita yang tidak biasa. Film ini menggabungkan komedi, drama keluarga, budaya Madura, hingga petualangan seekor alien dalam satu kisah yang hangat dan menghibur.

Cerita berpusat pada Muslim (Tretan Muslim), seorang pemuda Madura yang sehari-hari bekerja sebagai pengepul barang rongsokan. Di tengah himpitan ekonomi, ia berpacu dengan waktu untuk melunasi sisa biaya keberangkatan haji sang ibu, Saiqona.

Harapan itu datang dari arah yang tak pernah dibayangkan. Seekor alien bernama Foufo tiba-tiba jatuh ke bumi dan bertemu dengan keluarga Muslim. Dengan teknologi canggih yang dimilikinya, Foufo perlahan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi keluarga sederhana tersebut.

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Saat tenggat pelunasan biaya haji semakin dekat, energi Foufo justru semakin menipis. Muslim akhirnya dihadapkan pada pilihan yang berat: mengutamakan impian ibunya untuk berangkat ke Tanah Suci atau membantu Foufo kembali ke kapal induknya.

Konflik itulah yang menjadi inti cerita Foufo. Di balik balutan komedi khas Bayu Skak, film ini menyisipkan pesan tentang keluarga, pengorbanan, persahabatan, dan arti sebuah harapan.

Bayu Skak mengatakan Surabaya dipilih menjadi lokasi pemutaran perdana karena memiliki ikatan kuat dengan proses produksi film. Selain menggelar open casting yang diikuti lebih dari 2.500 peserta dari Surabaya, Jawa Timur, dan Madura, sebagian besar pemeran film ini juga berasal dari daerah tersebut.

“Hampir 80 persen pemain di film ini merupakan hasil open casting. Kami ingin talenta-talenta lokal mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuannya di layar lebar,” ujar Bayu dalam konferensi pers di Surabaya, Sabtu (27/6).

WhatsApp Image 2026 06 27 at 14.03.09

Tak hanya melibatkan pemain lokal, Foufo juga menggandeng studio animasi asal Surabaya, Hompimpa, untuk mengembangkan karakter alien Foufo. Kolaborasi itu menjadi bukti bahwa karya kreatif daerah mampu menghasilkan kualitas visual yang bersaing.

Sementara itu bagi Karina Aliya Afandi pemeran tokoh Ika, film ini menjadi pengalaman keduanyanya memerankan tokoh di layar lebar. Ia mengaku harus keluar dari zona nyaman karena dituntut menampilkan emosi dan karakter yang lebih dibanding film sebelumnya.

Selain itu, ia juga harus belajar bahasa Madura karena sama sekali tidak bisa berbahasa Madura selama proses syuting dan di film ini saya banyak belajar khususnya dalam hal karakter yang sangat berbeda dari kehidupan saya sesungguhnya  ujar Siswi Sekolah SMU Cita Hati  Citraland Surabaya.

Usai konferensi pers, para pemain dan kru menyapa masyarakat dalam rangkaian Madura Fest Foufo, yang dilanjutkan dengan special screening di Kaza Mall Surabaya. Seluruh tiket pemutaran perdana tersebut habis terjual dan mendapat sambutan meriah dari para penonton.

Dengan perpaduan komedi, drama keluarga, sentuhan budaya lokal, dan kisah persahabatan lintas planet, Foufo menawarkan tontonan yang ringan sekaligus menyentuh. Film ini menjadi bukti bahwa cerita yang berakar dari kearifan lokal dapat dikemas menjadi hiburan yang segar dan relevan bagi penonton Indonesia. info/red

62 / 100 SEO Score