14 September 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

BYD Mulai Kembangkan Baterai Solid-State, 1.000 Mobil Akan Jadi Uji Coba

59 / 100 SEO Score

20240828 185329 29

Surabaya – BYD bersiap membawa teknologi baterai solid-state keluar dari laboratorium. Wakil Presiden Eksekutif BYD Stella Li mengonfirmasi perusahaan akan mulai memasang baterai berteknologi tersebut pada salah satu model mobilnya mulai tahun depan, meski belum ada kepastian mengenai jadwal produksi massal maupun penjualan kepada konsumen.

Pernyataan itu disampaikan Li dalam wawancara di Valencia, Spanyol, dan dilaporkan Car News China, Minggu (13/9) waktu setempat. Target tersebut lebih tepat disebut sebagai tahap demonstrasi teknologi, karena BYD belum mengungkap model kendaraan, spesifikasi baterai, kapasitas produksi, maupun performa yang akan ditawarkan.

BYD Klaim Berada di Barisan Terdepan

Li mengatakan BYD telah mengeksplorasi berbagai teknologi baterai melalui pusat riset dan pengembangannya, termasuk solid-state yang saat ini menjadi salah satu teknologi paling maju dalam pengembangan baterai kendaraan listrik.

“Jadi berbicara tentang baterai solid-state, BYD berada di posisi terdepan; kami berada di posisi terdepan untuk lini komersial, dan untuk teknologinya. Jadi, untuk membuktikannya, bahkan tahun depan kami akan memiliki satu model yang akan menjadi model pertama dengan teknologi ini,” kata Li.

Pengembangan yang dilakukan BYD tidak hanya menyangkut kimia sel baterai. Divisi baterainya juga mempelajari kemampuan manufaktur serta desain peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi teknologi tersebut.

1.000 Mobil Disiapkan untuk Uji Coba

Chief Technology Officer FinDreams, anak perusahaan BYD, Sun Huajun, sebelumnya mengatakan uji coba skala kecil disiapkan dengan melibatkan sekitar 1.000 kendaraan pada 2027. Produksi komersial dalam skala lebih besar ditargetkan menyusul pada 2030.

Tahap awal tersebut kemungkinan difokuskan pada kendaraan kelas atas seperti Yangwang dan Denza. Segmen premium dinilai lebih memungkinkan untuk menyerap tambahan biaya yang muncul dari penggunaan teknologi baterai solid-state.

BYD Ikut Proyek Baterai Solid-State China

BYD juga mengembangkan baterai solid-state melalui China’s All-Solid-State Battery Collaborative Innovation Platform (CASIP). Platform yang didukung pemerintah China tersebut melibatkan berbagai pelaku industri dan memiliki nilai investasi sekitar US$830 juta atau Rp14,6 triliun.

Kepala Ilmuwan BYD Lian Yubo mengatakan baterai lithium-ion berbasis elektrolit cair dan teknologi solid-state kemungkinan akan digunakan secara berdampingan setidaknya selama dua dekade. Dengan demikian, transisi menuju solid-state diperkirakan berlangsung bertahap, bukan langsung menggantikan baterai konvensional.

Produksi Massal Masih Jadi Tantangan

BYD tahun depan akan menguji teknologi berbasis sulfida yang dikembangkan di laboratorium untuk melihat sejauh mana kemampuannya bekerja di kendaraan nyata. Namun, produksi massal masih menjadi tantangan besar yang harus dituntaskan perusahaan.

BYD bukan satu-satunya produsen yang mengejar teknologi ini. Toyota menargetkan penggunaan baterai solid-state pada kendaraan BEV pada 2027-2028 melalui kemitraan dengan Idemitsu Kosan, sementara Samsung SDI juga menargetkan produksi massal baterai solid-state pada 2027.

Persaingan tersebut menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan sekadar menemukan teknologi solid-state yang mampu bekerja, melainkan mengubahnya dari produksi skala percontohan menjadi produksi massal dengan biaya dan kualitas yang kompetitif. info/red

59 / 100 SEO Score