
Surabaya – Toyota mulai serius menggeber produksi kendaraan elektrifikasi di Vietnam. Pabrikan Jepang itu menambah investasi besar sekaligus menyiapkan lini produksi mobil hybrid di negara tersebut.
Langkah ini menjadi gebrakan penting Toyota, mengingat selama ini mobil hybrid Toyota yang dipasarkan di Vietnam masih didatangkan dalam kondisi utuh atau completely built-up (CBU).
Dikutip dari media lokal Vietnam, Pemerintah Provinsi Phu Tho menyerahkan keputusan investasi yang telah direvisi serta sertifikat registrasi terbaru kepada Toyota Motor Vietnam.
Revisi tersebut menjadi perubahan ke-12 terhadap sertifikat registrasi proyek Toyota di Vietnam.
Toyota Tambah Investasi Nyaris Rp 5 Triliun
Dalam revisi investasi tersebut, Toyota menambah modal sebesar US$ 283,7 juta, atau hampir Rp 5 triliun.
Dengan tambahan tersebut, total nilai investasi proyek Toyota di Vietnam kini mencapai lebih dari US$ 373 juta, setara sekitar Rp 6,5 triliun.
Dana tambahan itu salah satunya akan digunakan untuk mengembangkan fasilitas pabrik sekaligus membangun lini produksi kendaraan hybrid.
Artinya, Toyota tidak lagi sekadar menjadikan Vietnam sebagai basis produksi kendaraan konvensional. Negeri tersebut mulai diarahkan menjadi bagian dari strategi Toyota dalam mengembangkan kendaraan elektrifikasi.
Selama Ini Hybrid Toyota Masih Impor Utuh
Toyota sebenarnya bukan pemain baru di sektor hybrid Vietnam.
Pabrikan tersebut tercatat sebagai produsen pertama yang memperkenalkan kendaraan hybrid berbasis bensin-listrik ke pasar Vietnam.
Namun, Toyota dinilai relatif tertinggal dibandingkan sejumlah kompetitornya dalam hal produksi hybrid secara lokal.
Selama ini, mobil-mobil hybrid Toyota yang dijual di Vietnam masih mengandalkan produk impor utuh.
Dengan investasi terbaru ini, kondisi tersebut berpotensi berubah.
Toyota mulai menyiapkan kemampuan produksi hybrid di dalam negeri, sehingga rantai produksi kendaraan elektrifikasi tidak sepenuhnya bergantung pada impor.
Vietnam Minta Toyota Perkuat Komponen Lokal
Pemerintah Vietnam pun memberikan sejumlah dorongan kepada Toyota seiring tambahan investasi tersebut.
Ketua Komite Rakyat Provinsi Phu Tho, Tran Duy Dong, meminta Toyota terus memprioritaskan inovasi teknologi dalam produksi kendaraan elektrifikasi.
Toyota juga didorong untuk memperluas jaringan pemasok komponen lokal Vietnam.
Tujuannya jelas, yakni meningkatkan tingkat kandungan lokal kendaraan sekaligus memperkuat industri komponen otomotif Vietnam.
Bukan hanya soal komponen, pemerintah juga meminta Toyota meningkatkan pelatihan tenaga kerja lokal.
Tenaga kerja Vietnam diharapkan tidak hanya mengisi posisi operasional, tetapi secara bertahap mampu menduduki posisi penting dalam jajaran manajemen perusahaan.
Vietnam Kejar Lokalisasi Otomotif
Langkah Toyota ini sejalan dengan ambisi pemerintah Vietnam untuk memperkuat industri otomotif dan industri pendukungnya.
Berdasarkan Keputusan Perdana Menteri Nomor 929 yang diterbitkan pada 29 Mei 2026, industri otomotif masuk dalam daftar sektor prioritas untuk pengembangan industri pendukung.
Vietnam menargetkan tingkat lokalisasi industri otomotif mencapai 22-30% pada 2030.
Target tersebut kemudian dinaikkan menjadi 32-40% pada 2035.
Karena itu, investasi Toyota bukan hanya dilihat dari seberapa besar kapasitas produksi yang bisa dibangun. Pemerintah Vietnam juga menginginkan investasi tersebut ikut menciptakan ekosistem pemasok lokal yang lebih kuat.
Toyota Mulai Kejar Produksi Hybrid Lokal
Dengan tambahan investasi mencapai US$ 283,7 juta, Toyota kini punya agenda yang lebih besar di Vietnam.
Pabrikan asal Jepang itu bukan cuma memperluas fasilitas produksi, tetapi juga mulai membawa teknologi hybrid ke lini produksi lokal.
Langkah ini sekaligus menunjukkan perubahan arah industri otomotif Vietnam. Setelah bertahun-tahun menjadi pasar kendaraan impor, Vietnam semakin didorong menjadi basis produksi kendaraan dan komponen untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Bagi Toyota, produksi hybrid lokal juga bisa menjadi senjata untuk menghadapi persaingan kendaraan elektrifikasi yang semakin ketat di Asia Tenggara. info/red

Berita Lainnya
Haka Auto Perkuat Komitmen Hadirkan Layanan Terbaik di Hari Pelanggan Nasional 2026
Kinerja BYD Semester I 2026 Tertekan, Ekspor Jadi Penyelamat
Gelaran GIIAS Surabaya 2026 Cetak Rekor, Pengunjung Tembus 45.763 Orang