
Surabaya – Sebanyak 959 lulusan Universitas Kristen (UK) Petra resmi dikukuhkan dalam Wisuda ke-90 yang digelar pada 4–5 September 2026 di Auditorium Gedung Q, Kampus Timur UK Petra. Wisuda berlangsung dalam tiga sesi dan mencakup lulusan program sarjana, magister, doktor, serta program profesi.
Wisuda tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu dan karakter yang dibangun selama studi.
Rektor UK Petra, Prof. Dr.(H.C.) Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr.Eng., mengatakan pendidikan di UK Petra tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui pendekatan Whole Person Education (WPE). “Hasil tracer study 2025 menunjukkan kualitas lulusan UK Petra yang membanggakan. Sebanyak 92 persen pengguna lulusan merasa puas, terutama pada aspek integritas,” terang Rolly.
Ia menambahkan, mayoritas lulusan S1 tahun 2024 juga telah terserap ke dunia kerja dengan rata-rata waktu tunggu 1,4 bulan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikator kesiapan lulusan menghadapi dunia profesional.
Salah satu lulusan berprestasi, Preysella Anggreani Parinding Gala dari Program Studi Ilmu Komunikasi, meraih predikat Summa Cum Laude dan Aktif Berprestasi. Selama kuliah, ia aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk organisasi kemahasiswaan dan BEM UK Petra hingga dipercaya menjadi Ketua BEM. “Selain happy, aku juga merasa lega dan bersyukur. Menyelesaikan studi empat tahun bukan sesuatu yang mudah,” ungkap Preysella.
Pada momentum Dies Natalis ke-65 UK Petra yang mengusung tema Carry The Light, Rektor UK Petra juga mengingatkan lulusan untuk membawa nilai LIGHT, yakni Love, Integrity, Growth, Humility, dan Truth. Nilai tersebut diharapkan menjadi bekal para lulusan untuk menjadi pemimpin yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki hati melayani. info/red

Berita Lainnya
Mahasiswa Baru Universitas Ciputra Belajar Bisnis Berbasis Teknologi
PCU Choir Berhasil Sabet Tiga Medali Emas di Malaysia
Kolaborasi UK Petra dan Karang Taruna Hidupkan Kembali Seni Tradisional di Eks-Lokalisasi Dolly