
Surabaya – Satu lagi kabar tak sedap berhembus dari internal sinode Gereja Segala Bangsa (Gesba). Pasalnya, Gesba disebut tengah terjadi dualisme kepengurusan.
Gesba dibawah Ketua Umum Pendeta (Pdt) Ir. Jimmy H Tampy Mth melalui Penasihat Hukum (PH) – nya, Meivi, Sabtu (13/11/2021) tidak menampik saat ini telah terjadi dualisme kepengurusan.
Ia mengatakan ada pihak yang mengatasnamakan Gesba menggelar Musyawarah Besar (Mubes) tanggal 26 – 27 Oktober 2021 bertempat di gedung pertemuan Widya Kartika Jalan Dukuh Kupang Timur, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.
“Mubes atas nama Gesba di Surabaya itu dimotori oleh Pdt Max Tampy, Pdt Rolly Rorong, Jhon Hengz dan Pdt Hengki Pantau. Mereka masuk dalam kepengurusan Gesba sebelumnya dan pada akhirnya beralih pada kepengurusan Gesba Surabaya,” bebernya.
Meivi meminta semua pihak bersabar menunggu keputusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Ditjen Bimas Kristen) Kementerian Agama tentang kepengurusan Gesba yang sah.
Pdt Rolly Rorong sebagai Ketua Panitia Mubes Gesba di Surabaya, Minggu (14/11/2021) angkat bicara. Dia meminta maaf Mubes telah selesai dan dokumen pelaksanaan Mubes tetap disimpan.
“Ketum terpilih Pdt Max Tampi M.Th.,” tutupnya. Info/red

Berita Lainnya
PGI Beri Pendampingan Jemaat GKPI Rajeg, Dorong Penegakan Hukum dan Jaminan Kebebasan Beribadah
Ibadah Padang 2026, Saatnya Recharge, Saatnya Dipulihkan
Webinar Pengelolaan Data Sejarah Gereja GKJW Hadapi Kesenjangan Arsip Masa Lalu