
Bojonegoro, Pustakalewi.Net – Setelah dua hari berturut-turut membagikan nasi bungkus ke para pengungsi, Posko Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Bojonegoro memutuskan mengubah stragegi. Sejak hari ke-3, mereka membagi-bagikan sembako dan didistribusikan ke setiap rumah yang memiliki dua lantai yang segera diubah menjadi dapur umum. Sekitar 100 dus mie instant dan puluhan dus air mineral bantuan dari posko BAMAG berhasil didistribukan.
Hari ketiga beroperasi, Posko BAMAG membagi bantuan dalam bentuk paket yang disatukan dalam tas plastik. Satu paket terdiri dari 2 kg beras, 4 bungkus mie instant, 1 kg minyak goreng, 1 pack biscuit dan 4 gelas air mineral. Dalam sehari posko membagikan 1500 paket.
Menurut Pdt. Joko Waluyo, Ketua BAMAG Kabupaten Bojonegoro, bantuan sembako itu didistribukan bekerjasama dengan perangkat RT/RW untuk menghindari penumpukan disatukan tempat.
Ada peristiwa yang mengharukan yang ditemukan Pdt. Stefanus saat berkeliling dengan perahu. Untuk bertahan hidup, Stefanus sampai menemukan banyak warga yang sampai membawa kompor ke atas genteng rumah untuk memasak mie instant dan air minum.
(Toga).

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Klaim Program JKN Makin Kuat Tembus 282,7 juta Jiwa Total Penduduk Indonesia
UKKKP UNESA Undang UK3 Untag dalam Unesa Cup 2026
Film ‘Foufo’, Angkat Kisah Alien Mendarat di Keluarga Madura Yang Membawa Pengalaman Baru Bagi Karina Aliya