12 March 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Ribuan Siswa di Surabaya Akan Diperiksa Kesehatannya Mulai Tahun Ajaran Baru

51 / 100 SEO Score
ilustrasi sekolah
Ilustrasi pembelajaran

Surabaya – Sebanyak lebih dari 480 ribu siswa di Surabaya akan mendapat layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di sekolah, mulai tahun ajaran baru Juli 2025. Program ini merupakan inisiatif Kementerian Kesehatan yang bertujuan memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia sekolah.

“Rencananya dimulai pada tahun ajaran baru, bulan Juli hingga Desember 2025,” kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, kepada wartawan, Selasa (8/7/2025).

Program ini menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun yang duduk di bangku SD, SMP, dan SMA, termasuk mereka yang tidak bersekolah formal. Bagi anak-anak yang tidak mengakses pendidikan, pemeriksaan bisa dilakukan di Puskesmas terdekat.

480 Ribu Lebih Siswa Jadi Target
Berdasarkan proyeksi tahun 2025, jumlah sasaran mencapai 480.695 siswa, terdiri dari:

256.892 siswa SD (usia 7–12 tahun)

134.404 siswa SMP (usia 13–15 tahun)

89.399 siswa SMA (usia 16–17 tahun)

Nanik menegaskan, program ini tidak memiliki kuota harian. Artinya, semua siswa berhak mengikuti pemeriksaan tanpa batasan jumlah peserta.

Pemeriksaan Disesuaikan Usia dan Jenjang Sekolah
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan akan berbeda-beda tergantung jenjang sekolah, dengan fokus pada aspek fisik, mental, dan penyakit menular.

Untuk siswa SD, aspek yang diperiksa meliputi:

Status gizi
Kebiasaan merokok (kelas 4–6)
Aktivitas fisik (kelas 4–6)
Tekanan darah, gula darah, TB, pendengaran, penglihatan, kesehatan gigi dan jiwa
Hepatitis B dan kesehatan reproduksi (kelas 4–6)
Riwayat imunisasi (kelas 1)
Sementara untuk siswa SMP:

Pemeriksaan seluruh aspek di SD,
Anemia, talasemia (kelas 7),
Riwayat imunisasi HPV untuk siswi kelas 9
Siswa SMA:

Fokus pemeriksaan tetap pada kesehatan umum
Anemia remaja putri (kelas 10),
Deteksi Hepatitis B & C.

“Pemeriksaan ini penting untuk deteksi dini sekaligus pembinaan kesehatan peserta didik serta intervensi sejak dini, kita bisa mencegah berbagai masalah kesehatan yang berdampak panjang.” pungkas Nanik. info/red

51 / 100 SEO Score