13 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Respons Isu Kesehatan Mental, Pelatihan Journaling Digelar untuk Kelola Stres dan Regulasi Emosi di Desa Kertosono

61 / 100 SEO Score

KKN Untag Journaling 2

Guna merespons meningkatnya isu kesehatan mental di lingkungan masyarakat, Pemerintah Desa Kertosono menggelar pelatihan journaling atau seni menulis jurnal bagi warga setempat pada Rabu, 8 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan psikologis warga yang sering kali terabaikan di tengah padatnya aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kertosono ini diinisiasi sebagai langkah preventif yang segar, edukatif, dan inklusif. Melalui pelatihan ini, pemerintah desa berkomitmen untuk membekali warga dengan keterampilan praktis dalam mengelola stres, mengatasi kecemasan akibat tekanan hidup, serta meningkatkan kemampuan regulasi emosi demi terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih harmonis, sehat lahir, maupun batin.

Dalam rangka memberikan pemahaman yang mendalam dan berbasis ilmiah, panitia menggandeng lembaga akademis ternama dengan menghadirkan dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Rizki Dwi Bakhtiar Surin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sebagai pemateri utama. Kehadiran akademisi sekaligus praktisi ini memastikan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya teoretis, tetapi juga aplikatif untuk diterapkan oleh masyarakat awam.

Dalam pemaparannya, Rizki Dwi Bakhtiar menjelaskan bahwa tindakan sederhana seperti menuangkan pikiran dan perasaan ke dalam bentuk tulisan di atas kertas memiliki dampak fisiologis dan psikologis yang besar. Tulisan jurnal mampu mengurai benang kusut di dalam kepala, menurunkan hormon kortisol penyebab stres, dan memberikan ruang bagi otak untuk memproses trauma atau tekanan emosional secara lebih tenang.

Beliau juga menekankan bahwa journaling merupakan salah satu metode katarsis emosi yang sangat efektif untuk mengenali diri sendiri secara lebih mendalam, mengenali pemicu stres (stressor), dan mengevaluasi pola pikir yang keliru.

Pelatihan ini pun disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh puluhan warga yang memadati lokasi acara sejak pagi hari. Peserta yang hadir datang dari berbagai latar belakang, mulai dari kalangan remaja yang menghadapi tekanan akademik, ibu rumah tangga, hingga para pekerja dewasa. Mereka diajak langsung mempraktikkan beberapa teknik journaling, seperti brain dumping (mencurahkan segala isi kepala tanpa filter) serta gratitude journaling (menuliskan hal-hal kecil yang patut disyukuri setiap harinya).

Pemerintah Desa Kertosono sangat berharap, keterampilan baru yang didapatkan dari pelatihan ini tidak menguap begitu saja setelah acara selesai. Journaling diharapkan bisa diadopsi menjadi sebuah kebiasaan (habit) baru serta metode terapi mandiri yang praktis, intim, dan tanpa biaya, yang dapat diterapkan secara konsisten di rumah masing-masing setiap kali warga mulai merasa jenuh, cemas, atau tertekan.

Dengan suksesnya agenda kolaboratif bersama Untag Surabaya ini, Pemerintah Desa Kertosono menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mengedukasi isu kesehatan mental di tingkat akar rumput. Pihak desa menyadari bahwa masyarakat yang sejahtera tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga dari ketahanan mental warganya yang kuat dan sehat dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

Penulis: Satria

61 / 100 SEO Score