
Upaya meningkatkan produktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan melalui berbagai inovasi teknologi tepat guna. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan program pembuatan dan pemanfaatan oven pengering kerupuk bawang yang digelar di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Program ini menjadi solusi atas kendala proses pengeringan kerupuk yang selama ini masih bergantung pada cuaca.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang bekerja sama dengan pemerintah desa dan pelaku UMKM setempat. Oven pengering diperkenalkan sebagai teknologi sederhana yang mampu membantu proses produksi kerupuk bawang yang menjadi lebih cepat, higienis dan efisien.
Selama ini, Sebagian besar produsen kerupuk bawang di Desa Kertosono masih mengandalkan sinar matahari untuk mengeringkan adonan. Metode tersebut dinilai kurang efektif karena proses produksi sering terhambat ketika cuaca mendung atau hujan. Kondisi tersebut menyebabkan waktu produksi menjadi lebih lama dan berpotensi menurunkan kualitas produk.
Lewat inovasi oven pengering, proses pengeringan dapat dilakukan secara lebih stabil tanpa bergantung pada kondisi cuaca. Suhu di dalam oven dapat diatur sesuai kebutuhan sehingga tingkat kekeringan kerupuk menjadi lebih merata. Selain mempercepat proses produksi, penggunaan oven juga membantu menjaga kebersihan produk karena tidak terpapar debu maupun kotoran dari lingkungan sekitar.
“Tujuan utama program ini bukan hanya memperkenalkan alat, tetapi juga memberikan solusi yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM. Kami berharap oven pengering ini mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing kerupuk bawang di pasaran” ujarnya.
Selain melakukan demonstrasi penggunaan alat, tim KKN juga memberikan edukasi mengenai Teknik pengoperasian, pengaturan suhu, perawatan oven, hingga aspek kebersihan selama proses produksi. Pelatihan tersebut diikuti dengan antusias oleh pelaku UMKM yang selama ini menghadapi kendala produksi akibat perubahan cuaca.
Salah seorang pelaku UMKM mengaku kehadiran oven pengering memberikan harapan baru bagi keberlangsungan usahanya. Menurutnya, proses pengeringan yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga dua hari kini dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat dengan hasil yang lebih konsisten. Pemerintah Desa Kertosono menyambut baik inovasi tersebut karena dinilai mampu mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Teknologi Tepat Guna seperti oven pengering diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkanproduktivitas usaha rumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, inovasi sederhana ini diharapkan tidak berhenti sebagai program sesaat. Keberlanjutan pemanfaatan oven pengering menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembang UMKM berbasis teknologi tepat guna sehingga mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Penulis: Tatas Adli Clianta

Berita Lainnya
Mas Dhito Siap Kawal Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri
Mahasiswa Untag Surabaya Bantu Masyarakat Olah Sampah Organik
Inovasi Oven Pengeringan Kerupuk Tingkatkan Kualitas Produksi dan Efisiensi Waktu