22 May 2024

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Muncul di Grammy Awards 2024, Celine Dion Muncul Setelah Didiagnosa Stiff Person Syndrome

Surabaya – Celine Dion membuat kejutan di Grammy Awards ketika muncul di atas panggung setelah mengungkapkan ia didiagnosis stiff person syndrome atau sindrome orang kaku pada Desember 2022.

Dion naik ke atas panggung untuk memberikan penghargaan terakhir malam itu, yaitu “Album of the Year” sambil lagunya The Power of Love diputar.

Penonton memberikan standing ovation kepada Dion dan beberapa bintang bergabung menyanyikan lagu tersebut bersamanya.

Ini adalah penampilan panggung pertama Dion sejak mengumumkan masalah kesehatan tersebut yang membuatnya harus membatalkan tur dunia.

Namun, apa itu stiff person syndrome? Berikut ini penjelasannya.

Apa Itu Stiff Person Syndrome?

Stiff person syndrome merupakan suatu kelainan neurologis autoimun yang langka dan menyebabkan kekakuan pada tubuh.

Penderita kondisi ini biasanya mengalami kekakuan otot pada batang dan perut (bagian tengah tubuh). Seiring waktu, mereka juga mengalami kekakuan disertai kejang pada kaki dan otot lainnya.

Selain itu, penderita juga mungkin akan menjadi sulit berjalan, rentan terjatuh, dan cedera. Penyakit ini dapat menyerang orang-orang dari segala usia dan jenis kelamin.

Stiff person syndrome juga dapat berkembang pada usia berapa pun, tetapi gejala paling sering dimulai pada usia 30 dan 40-an.

Gejala Stiff Person Syndrome

Dikutip dari WebMd, orang dengan stiff person syndrome sering kali mengalami kejang otot menyakitkan yang berlangsung berjam-jam.

Terkadang, kejang otot ini begitu kuat hingga membuat tulang patah. Gejala utama lainnya adalah pengerasan otot yang dimulai di batang tubuh dan kemudian secara bertahap menyebar ke anggota tubuh.

Otot biasanya juga membesar. Pada awalnya, kekakuan otot mungkin datang dan pergi, tetapi lama kelamaan menjadi sering.

Tidak jarang penderita stiff person syndrome juga mengalami gejala kecemasan dan depresi. Mereka mungkin akan menjadi takut keluar rumah karena kejang dan kekakuan otot yang tidak dapat diprediksi. Penderita juga bakal lebih sensitif terhadap kebisingan dan gerakan tiba-tiba karena dapat menjadi pemicunya.

Penyebab Stiff Person Syndrome

Meskipun belum diketahui penyebab pastinya, dokter menyadari kebanyakan orang dengan sindrom ini memiliki antibodi yang menyerang enzim yang disebut asam glutamat dekarboksilase (glutamic acid decarboxylase/GAD).

Enzim tersebut terlibat dalam pembuatan zat kimia yang membantu mengendalikan gerakan otot. Diduga, serangan autoimun terhadap enzim GAD ini memicu respons autoimun.

Selain itu, sindrom ini juga terkait dengan kondisi autoimun lainnya, seperti diabetes tipe 1, penyakit tiroid, vitiligo, anemia pernisiosa, dan penyakit celiac.

Stiff person syndrome juga lebih mungkin berkembang jika seseorang menderita jenis kanker tertentu, seperti kanker paru-paru, ginjal, payudara, tiroid, atau usus besar. info/red