
Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas pasar ekspor sekaligus membuka peluang investasi melalui penyelenggaraan East Java Trade and Investment Forum 2026 di Regal Hotel, Hong Kong, Kamis (23/7/2026). Forum bisnis yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menjadi upaya memperkuat posisi Hong Kong sebagai pintu masuk produk unggulan Jawa Timur ke pasar internasional.
Dalam forum tersebut, berbagai komoditas unggulan Jawa Timur dipromosikan kepada calon pembeli dan investor dari Hong Kong. Produk yang ditawarkan meliputi perhiasan emas, hasil perikanan, kopi, alas kaki, produk tembaga, turunan crude palm oil (CPO), bahan kimia organik, tembakau, sarang walet, kosmetik, hingga aneka produk makanan olahan seperti cokelat, sambal, bumbu, makanan ringan, dan permen.
Kegiatan itu dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri atas delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, pelaku usaha asal Jawa Timur, calon buyer, serta investor dari Hong Kong.
Gubernur Khofifah mengatakan Hong Kong memiliki peran strategis sebagai pusat perdagangan, logistik, dan keuangan dunia. Kondisi tersebut menjadikan wilayah tersebut sebagai gerbang penting bagi produk-produk Jawa Timur untuk memperluas jangkauan pasar ke berbagai negara.
“Hong Kong merupakan salah satu mitra dagang strategis Jawa Timur. Tingginya permintaan terhadap berbagai produk unggulan Jatim membuktikan bahwa kualitas produk daerah kita mampu bersaing di pasar internasional,” kata Khofifah.
Menurutnya, misi dagang tidak hanya bertujuan mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang yang dapat membuka investasi baru, memperkuat rantai pasok global, serta mendorong alih teknologi bagi industri di Jawa Timur.
Khofifah menilai Jawa Timur memiliki modal kuat untuk menarik investasi karena didukung infrastruktur logistik yang terus berkembang, kawasan industri yang kompetitif, sumber daya manusia berkualitas, serta ekosistem industri yang semakin matang.
Ia juga menyoroti tingginya peluang ekspor sejumlah komoditas Jawa Timur ke Hong Kong, mulai dari hortikultura, hasil perikanan, makanan olahan, tembakau, produk kimia, perhiasan hingga berbagai produk manufaktur bernilai tambah.
“Kami berharap misi dagang ini mampu memperluas akses pasar bagi produk hortikultura, manufaktur, produk olahan pangan, serta berbagai komoditas unggulan lainnya. Dengan demikian semakin banyak pelaku UMKM Jawa Timur yang mampu menembus pasar internasional dan meningkatkan daya saingnya,” ujarnya.
Selain perdagangan, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama investasi. Salah satu yang mendapat perhatian ialah investasi PT Sunrise Masami Indonesia, perusahaan asal Hong Kong yang membangun industri pengalengan di Jawa Timur.
Menurut Khofifah, keberadaan industri tersebut akan memperkuat rantai pasok nasional sekaligus mendukung hilirisasi sektor perikanan, makanan, dan minuman. Kehadiran pabrik itu juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk kaleng impor.
“Kehadiran pabrik industri pengalengan ikan seperti PT Sunrise Masami Indonesia akan memperkuat industri substitusi impor, terutama pada industri kemasan kaleng yang selama ini masih banyak dipenuhi dari impor,” katanya.
Khofifah menambahkan, kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian nasional yang mencapai 14,40 persen serta sekitar 25,16 persen terhadap ekonomi Pulau Jawa menjadi modal penting untuk terus memperluas pasar ekspor dan menarik investasi.
Sementara itu, Founder Koffiku, Lidia Silvi Listio, salah satu peserta UMKM asal Surabaya yang brekesempatan ikut ke Hongkong mengatakan bahwa Hong Kong sebagai salah satu investor asing terbesar di Indonesia sekaligus pusat perdagangan internasional sangat berpotensi menjadi hub pemasaran berbagai produk unggulan Jawa Timur termasuk produk unggulan kopi yang dimiliki oleh Jawa Timur.
Ia menegaskan keberhasilan forum tidak hanya diukur dari penandatanganan kerja sama, tetapi juga dari tindak lanjut berupa transaksi perdagangan berkelanjutan, investasi, pengembangan distribusi, transfer teknologi, hingga kemitraan usaha.
“Marilah kita manfaatkan kegiatan hari ini tidak hanya untuk membangun jejaring, tetapi juga untuk menyusun langkah-langkah selanjutnya bersama dan berkomitmen terhadap tindak lanjut yang konkret,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menambahkan misi dagang di Hong Kong merupakan penyelenggaraan kedelapan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di negara mitra.
Forum tersebut menjadi sarana promosi berbagai produk unggulan daerah, mulai dari kopi, rempah-rempah, cokelat, hasil pertanian, ikan beku, hingga produk manufaktur seperti kosmetik, alas kaki, garmen, perhiasan, tembaga, dan kerajinan.
Dalam kegiatan tersebut juga tercatat adanya kesepakatan transaksi perdagangan senilai lebih dari Rp12 triliun, yang menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk-produk unggulan Jawa Timur.
Pemprov Jatim menegaskan bahwa tujuan utama forum ini adalah memperluas akses pasar global, membangun kemitraan bisnis jangka panjang, dan mendorong investasi yang mampu meningkatkan daya saing industri serta UMKM di Jawa Timur. info/red

Berita Lainnya
Bupati Kediri Ajak Anak Muda Terjun ke Koperasi, Cegah Bahaya Pinjol dan Judol
BI Catat Uang Beredar Juni 2026 Naik Jadi Rp10.432,8 Triliun
KAI Daop 8 Surabaya Mulai Integrasikan 18 Stasiun dengan KA Commuter