
Surabaya,pustakalewi.com – Dosen perguruan tinggi tidak hanya diharuskan untuk mengajar, tapi juga harus terlibat dalam penelitian dan menghasilkan publikasi internasional bereputasi. Itu pula yang terus dilakukan oleh para dosen Universitas Narotama Surabaya. Dosen-dosen mengerjakan penelitian bersama rekan dosen yang lain atau dengan mahasiswa.
Baru-baru ini, 21 riset paper dari para dosen Universitas Narotama mendapatkan publikasi internasional bereputasi Scopus. Wakil Rektor 1 Universitas Narotama, Dr. M. Ikhsan Setiawan, mengatakan publikasi internasional bereputasi Scopus tidak hanya menjadi kewajiban pada dosen, tapi juga bisa meningkatkan rekognisi kampus di mata global.
“Scopus adalah publikasi internasional bereputasi yang levelnya paling tinggi. Sehingga ini menjadi kesempatan bagi institusi untuk bisa semakin dikenal secara internasional lewat publikasi ilmiah dari penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para dosen,” ujar Ikhsan.
Publikasi Scopus juga menjadi salah satu bagian dari penilaian kinerja perguruan tinggi dari Kementrian Pendidikan yang mengharuskan kampus tidak hanya melakukan proses teaching, belajar mengajar, tapi juga penelitian dan rekognisi secara internasional lewat publikasi.
“Kami juga menargetkan jumlah publikasi Scopus setiap semester dan mempermudahnya dengan mengadakan konferensi internasional call for paper. Selain itu juga kami menargetkan jumlah penelitian untuk publikasi menengah seperti Google Scholar,” lanjutnya.
Ikhsan juga menjelaskan apa saja yang harus diperhatikan para dosen untuk bisa membuat penelitian yang masuk publikasi internasional bereputasi Scopus. “Penelitiannya harus punya kualitas penelitian yang baik, serta memiliki keterbaruan yang cukup tinggi. Paper yang dihasilkan juga harus bebas plagiasi dari pemeriksaan dengan anti plagiasi,” tuturnya.

Berita Lainnya
“Study in Hong Kong” Kenalkan Sekolah Unggulan Hong Kong di Surabaya
Berdayakan UMKM Sekitar, Mahasiswa Bantu Penguatan Promosi Dua Usaha Kuliner Rumahan
Komunikasi Partisipatif sebagai Strategi Pemberdayaan UMKM: Belajar dari Pendampingan Mahasiswa dalam Branding dan Pemasaran Digital