2 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kemendag Rangkul Eksportir Jatim Bidik Transaksi US$16,5 Miliar di Ajang Trade Expo Indonesia ke-41

52 / 100 SEO Score

WhatsApp Image 2026 07 02 at 18.26.49

Surabaya – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya mengamankan target transaksi ekspor pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026 yang ditargetkan menembus US$16,5 miliar (sekitar Rp264 triliun). Target yang tumbuh 10% dibanding tahun lalu ini direspons dengan menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk menjaring para pelaku usaha potensial.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui “Sosialisasi Penjaringan Calon Peserta TEI 2026” yang digelar Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis (2/7/2026).

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Ditjen PEN Kemendag, Dr. Miftah Farid, menegaskan bahwa TEI bukan sekadar pameran kosmetik produk, melainkan instrumen investasi dan perdagangan strategis nasional.

“Melalui TEI, pelaku usaha tidak hanya mempromosikan produknya ke pasar internasional, tetapi juga langsung masuk ke ekosistem business matching terarah untuk membangun kerja sama berkelanjutan,” ujar Miftah.

Optimisme kenaikan target transaksi tahun ini didorong oleh strategi baru Kemendag yang mencakup penguatan promosi internasional, kurasi komoditas yang lebih tajam, hingga skema pendampingan pasca-pameran (post-exhibition) guna memastikan komitmen kerja sama berlanjut menjadi realisasi ekspor resmi.

Pemilihan Jawa Timur sebagai salah satu titik utama roadshow nasional bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai memiliki fundamental ekonomi dan industri yang sangat siap menyuplai pasar global.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jatim, Erivina Lucky Kristian, mengungkapkan bahwa Jatim ditopang oleh ribuan Industri Kecil Menengah (IKM) berorientasi ekspor, sektor manufaktur yang kuat, serta keberadaan 13 kawasan industri aktif.

“Sinergi pusat dan daerah ini penting. Pemprov Jatim bersama pemerintah kabupaten/kota berkomitmen terus memberikan fasilitasi dan pembinaan agar IKM lokal naik kelas dan siap bersaing di ICE BSD nanti,” kata Erivina.

Penyelenggaraan TEI ke-41 yang akan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang ini juga membawa formula baru untuk menarik minat pembeli asing.

Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti selaku pelaksana (organizer), Vibiadhi Swasti Pradana memaparkan, pihaknya menyiapkan stimulus khusus berupa fasilitas akomodasi gratis hingga 250 kamar hotel berbintang bagi buyer internasional terpilih.

“Fasilitas ini diberikan kepada buyer yang lolos proses kurasi ketat dan berkomitmen penuh mengikuti agenda business matching dengan para eksportir domestik,” terang Vibiadhi. Pemesanan dan promosi ini masif digerakkan berkat kolaborasi dengan perwakilan dagang Indonesia di luar negeri, exhibition organizer internasional, serta jaringan Kamar Dagang dan Industri (Chamber of Commerce) global.

Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, pameran multiproduk terbesar di Indonesia ini akan memfokuskan display dagang pada lima sektor utama yang menjadi andalan ekspor nonmigas yaitu Food, Beverage & Agriculture Products, Manufactured Products, Industrial Estate, Fashion & Craft, serta Furniture & Home Decor.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kementerian Perdagangan berharap semakin banyak pelaku usaha Jawa Timur memanfaatkan Trade Expo Indonesia sebagai pintu masuk memperluas pasar ekspor, meningkatkan daya saing produk nasional, serta memperkuat kontribusi ekspor nonmigas Indonesia di pasar internasional. info/red

52 / 100 SEO Score