
Kegiatan ini bekerja sama dengan Hong Kong Society for Indonesian Studies (香港印尼研究学社) dan STEM Plus Ecosistem, dengan dihadiri para pelaku pendidikan, yakni perwakilan dinas pendidikan, guru, kepala sekolah, konsultan pendidikan, serta orang tua siswa dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seminar ini bertujuan memperkenalkan peluang pendidikan menengah di Hong Kong kepada masyarakat Indonesia.
Vice Chairman Hong Kong Direct Subsidy Scheme School Council, Mr. Dion Chen (陳狄安), mengatakan Surabaya dan Jakarta dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan seminar untuk memperkenalkan sekolah-sekolah unggulan di Hong Kong.
Mr. Dion Chen menyampaikan, “Saat ini terdapat 48 sekolah menengah terbaik di Hong Kong yang menawarkan kurikulum internasional dan menerima siswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia.”
Sementara itu, Principal Assistant Secretary Education Bureau The Government of the Hong Kong Special Administrative Region of the People’s Republic of China, Mr. Ashley Leung (梁柏偉), menjelaskan pemerintah Hong Kong terus memperkuat sektor pendidikan guna menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat pendidikan internasional.
Melalui program “Study in Hong Kong”, pemerintah aktif memperkenalkan pendidikan dasar dan menengah Hong Kong kepada sekolah-sekolah di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dalam seminar tersebut, Mr. Ashley Leung juga memperkenalkan para kepala sekolah dari berbagai Direct Subsidy Scheme (DSS) School yang hadir. Masing-masing memaparkan keunggulan sekolahnya, mulai dari kurikulum, fasilitas, lingkungan belajar, hingga biaya pendidikan.
Mereka juga menjelaskan bahwa lulusan sekolah menengah di Hong Kong memiliki peluang melanjutkan studi ke berbagai universitas ternama, baik di Hong Kong maupun negara lain.
Hong Kong dikenal sebagai kota multikultural yang memadukan budaya Tiongkok dengan pengaruh global. Sebagai pusat keuangan, teknologi, dan pendidikan internasional, Hong Kong menawarkan lingkungan belajar yang modern sekaligus menjadi gerbang menuju Tiongkok daratan dan kawasan Greater Bay Area (GBA).
Greater Bay Area merupakan kawasan ekonomi yang mencakup Hong Kong, Macau, serta sembilan kota di Provinsi Guangdong, termasuk Shenzhen dan Guangzhou, dengan jumlah penduduk sekitar 86 juta jiwa. Bagi para pelajar, kawasan ini membuka akses yang luas terhadap pendidikan tinggi, pertukaran akademik, hingga peluang magang dan karier di sektor keuangan, teknologi, dan inovasi.
Sekolah-sekolah di Hong Kong menggunakan bahasa Inggris dan Mandarin sebagai bahasa pengantar, disertai lingkungan belajar yang mendukung kemampuan multibahasa. Lulusan juga memiliki peluang bekerja di Hong Kong maupun kawasan sekitarnya. Saat ini tercatat lebih dari 160 ribu warga negara Indonesia bekerja di Hong Kong.
Mr. Dion Chen berharap semakin banyak keluarga Indonesia yang mempertimbangkan Hong Kong sebagai tujuan pendidikan internasional bagi putra-putri mereka.
“Bagi keluarga yang sedang mempertimbangkan pendidikan internasional, Hong Kong menawarkan akademik kelas dunia, lingkungan yang aman, serta menjadi jembatan antara Tiongkok dan dunia internasional. Itulah sebabnya ribuan pelajar dari berbagai negara memilih belajar di Hong Kong,” katanya.
Hong Kong sendiri secara konsisten menjadi salah satu destinasi pendidikan terbaik di dunia. Lima universitasnya masuk dalam 100 besar universitas dunia, sementara sekolah-sekolah menengahnya memadukan kurikulum lokal yang kuat dengan jalur internasional seperti International Baccalaureate (IB) Diploma dan International A-Level. Sekolah-sekolah Direct Subsidy Scheme juga didukung fasilitas lengkap serta sistem pembelajaran trilingual yang menggunakan bahasa Inggris, Mandarin, dan Kanton. info/red

Berita Lainnya
Berdayakan UMKM Sekitar, Mahasiswa Bantu Penguatan Promosi Dua Usaha Kuliner Rumahan
Komunikasi Partisipatif sebagai Strategi Pemberdayaan UMKM: Belajar dari Pendampingan Mahasiswa dalam Branding dan Pemasaran Digital
Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah di Kabupaten Kediri, Mas Dhito Buka Beasiswa Berdaya Tahap 2