23 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

KAI Daop 8 Surabaya Mulai Integrasikan 18 Stasiun dengan KA Commuter

54 / 100 SEO Score

IMG 20241124 WA0044 768x576 1

Surabaya – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya terus memperkuat konektivitas transportasi berbasis rel di Jawa Timur. Hingga kini, sebanyak 18 stasiun di wilayah operasional Daop 8 telah terintegrasi dengan layanan Kereta Api (KA) Commuter dan KA Lokal untuk mempermudah mobilitas masyarakat.

Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan layanan transportasi yang lebih praktis, efisien, dan saling terhubung. Dengan sistem ini, penumpang KA Jarak Jauh dapat langsung melanjutkan perjalanan menggunakan KA Commuter maupun KA Lokal tanpa harus berpindah ke moda transportasi lain.

Dari total 40 stasiun yang melayani naik turun penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya, 18 di antaranya telah menjadi titik integrasi. Stasiun tersebut meliputi Surabaya Gubeng, Surabaya Kota, Surabaya Pasarturi, Wonokromo, Waru, Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Bangil, Lawang, Malang, Malang Kotalama, Kepanjen, Sumberpucung, Kesamben, dan Wlingi.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan integrasi layanan ini merupakan komitmen perusahaan dalam membangun sistem transportasi yang semakin terkoneksi dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“Integrasi antara KA Jarak Jauh dengan KA Commuter maupun KA Lokal memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melanjutkan perjalanan secara lebih praktis dan efisien. Masyarakat dari berbagai daerah kini semakin mudah mengakses layanan KA Jarak Jauh, begitu pula pelanggan dari luar kota dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di Jawa Timur menggunakan KA Commuter atau KA Lokal,” ujar Mahendro.

Menurutnya, keberadaan 18 stasiun terintegrasi tersebut menjadi solusi bagi tingginya mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dan wilayah penyangga. Penumpang dapat berpindah layanan kereta dengan lebih cepat sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.

Selain mempercepat perpindahan antarlayanan, integrasi ini juga memperluas jangkauan transportasi kereta api hingga ke daerah penyangga, menyediakan pilihan perjalanan yang lebih ekonomis, sekaligus mendukung penggunaan transportasi massal yang ramah lingkungan.

KAI mencatat, stasiun-stasiun integrasi tersebut kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga menjadi simpul mobilitas yang menghubungkan berbagai pusat kegiatan, mulai dari kawasan pendidikan, pemerintahan, bisnis, industri, hingga destinasi wisata di berbagai daerah Jawa Timur.

Melalui jaringan yang semakin terhubung, masyarakat dari Lamongan, Bojonegoro, Mojokerto, Sidoarjo, Bangil, hingga Malang Raya kini memiliki akses yang lebih mudah menuju berbagai kota di Pulau Jawa menggunakan KA Jarak Jauh.

Sebaliknya, penumpang dari luar daerah juga dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di Jawa Timur menggunakan layanan KA Commuter dan KA Lokal.

Mahendro menambahkan, KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat integrasi antarlayanan maupun antarmoda transportasi guna menghadirkan ekosistem transportasi publik yang modern dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Kami berharap kemudahan konektivitas ini mendorong semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” tutupnya. info/red

54 / 100 SEO Score