20 August 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

HIPMI Banyuwangi Bedah Rumah Tak Layak Huni

9 / 100 SEO Score
HIPMI Bedah rumah

Banyuwangi – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi membedah rumah warga muskin dengan teknologi rumah instan sederhana sehat (Risha).

Rumah yang direnovasi milik Hawiyah warga Dusun Gebud, Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat; dan rumah milik Siami, Dusun Krajan, Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi HIPMI yang merenovasi dengan menggunakan teknologi Risha. Menurutnya, tidak hanya memperbaiki rumah namun sisi kesehatan lingkungan penghuni rumah juga diperhatikan.

“Sederhana tapi sehat. Jadi tidak hanya sekadar memperbaiki, namun hal-hal lainnya seperti sanitasi, sirkulasi udara, penyediaan air bersih, dan lainnya juga diperhatikan,” jelas Ipuk yang melakukan peletakan batu pertama di rumah milik Hawiyah, Jumat (1/7/2022).

Bupati Ipuk mengucapkan terima kasih atas dukungan HIPMI terhadap program bedah rumah yang digalakkan oleh Pemkab Banyuwangi.

“Bedah rumah tidak hanya sekadar memperbaiki rumah saja. Namun juga turut mengurangi kemiskinan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus gotong royong oleh banyak pihak,” kata Bupati Ipuk.

Menurut Ipuk, gotong royong membantu warga miskin ini adalah bentuk solidaritas sosial yang terus ditumbuhkan pemkab ke seluruh warga. Pemkab mengajak dunia usaha untuk gotong royong melakukan bedah rumah.

Sejak 2015 pemkab telah menggalakkan program bedah rumah. Tahun ini lebih dari 1500 rumah tak layak huni akan diperbaiki. Skema pembiayaannya dilakukan dengan skema gotong royong banyak pihak, tambah Ipuk.

“Kami punya datanya, nanti mereka tinggal memilih mana yang akan direnovasi. Jadi, bedah rumah ini keroyokan bareng, ada yang didanai pemerintah pusat, pemkab, pemerintah desa, Baznas, dunia usaha, Bumdesma eks PNPM, dan gotong royong berbagai pihak lainnya,” katanya.

Ketua HIPMI Banyuwangi, Dede Abdul Ghany mengatakan pembangunan rumah menerapkan teknologi Risha memiliki kemampuan tahan gempa sesuai yang dikembangkan oleh Litbang Kementrian PUPR.

“Dengan kualitas bangunan lebih baik, kami berharap bisa bermanfaat bagi warga yang mendapatkan,” kata Dede.

Teknologi Risha adalah perwujudan sebuah rumah dengan desain modular, yaitu konsep yang membagi sistem menjadi bagian-bagian kecil (modul), dengan ukuran yang efisien agar dapat dirakit menjadi sejumlah besar produk yang berbeda-beda.

Desain bangunan rumah dengan sistem modular ini dapat diubah-ubah atau dikembangkan sesuai dengan keinginan atau kebutuhan dari penghuninya. Selain itu rumah sederhana tersebut mampu dibangun dengan cepat dan memiliki kemampuan tahan gempa.

“Kami percaya dengan kekompakan seluruh masyarakat, pelaku usaha, organisasi dan asosiasi hingga seluruh perusahaan yang ada di Banyuwangi bisa menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran, sehingga tercapai rebound ekonomi yang lebih baik,” imbuh Dede. info/red

9 / 100 SEO Score