
Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menegaskan pekan depan pihaknya akan segera menguji coba kegiatan di sektor non esensial. Sebagai langkah awal, akan diuji coba kegiatannya di bagian Setda Provinsi terlebih dulu.
Hal itu dikemukakan Ganjar Pranowo, usai rapat koordinasi virtual yang dipimpin Menko Marves terkait pembukaan perkantoran non esensial, di rumah dinasnya, Kamis (9/9/2021).
Ganjar menegaskan, pihaknya siap dan akan didahului uji coba di lingkungan Pemprov Jateng. “Untuk yang non esensial kita siapkan untuk percobaannya. Maka Pemprov akan melakukan yang di Setda dulu, kita uji coba,” katanya.
Ganjar meminta kepada seluruh ASN lingkungan Pemprov Jateng untuk menginstal aplikasi PeduliLindungi. Pihaknya juga meminta pada Kementerian Kesehatan untuk memberikan QR Code agar uji coba bisa segera dimulai.
“Intinya sebenarnya semua ASN musti punya aplikasi PeduliLindungi. Nanti kita mintakan ke Kemenkes QR code-nya agar semua bisa membaca dengan cepat, prinsipnya itu. Nah sekarang sambil latihan,” tuturnya.
Bersamaan dengan itu, Ganjar akan bekerjasama dengan Pemkot dan Pemkab untuk memetakan perkantoran non esensial di wilayahnya. Terutama daerah dengan level PPKM dibawah dua.
“Nanti beberapa tempat yang masuk kategori non esensial akan kita uji cobakan dulu, kita akan bekerjasama dengan Pemkot/Pemkab, mana-mana yang akan diujicoba,” terangnya.
Meski begitu, Ganjar cukup optimis dalam pembukaan perkantoran non esensial. Sebab pihaknya juga telah memulai uji coba di beberapa sektor. Evaluasi pun dilakukan.
“Seperti hotel sudah mulai, mal sudah mulai, industri sudah, terus kemudian beberapa tempat pariwisata sudah. Nah sekarang yang on going proses semuanya akan kita evaluasi,” jelasnya.
Ganjar berharap, para ASN segera menginstal aplikasi PeduliLindungi. Sehingga pelaksanaan di lingkungan Pemprov Jateng bisa dijadikan percontohan, dan pada Senin (13/9/2021) mendatang dilakukan serentak dengan kapasitas 25 persen.
“Harapan saya besok kita akan mulai contoh kalau yang di ASN itu di Setda, mudah-mudahan Senin semua serentak langsung dicoba dan bisa masuk 25 persen,” ujarnya.
Jawa Tengah, kata Ganjar, siap membuka kembali perkantoran di sektor non esensial. Namun, pelaksanaan tetap mempertimbangkan indikator. Salah satunya adalah level PPKM daerah tersebut.
“Kita mempertimbangkan levelingnya, kalau yang diperkenankan daerah level dua ke bawah. Nanti daerah yang level PPKMnya dua-dua ini kita cari, kondisi terakhirnya di kabupaten/kota mana, kita dorong mereka untuk memulai lebih dulu,” tandasnya.
Sebagai informasi, 35 Kota Kabupaten di Jawa Tengah saat ini tidak ada yang masuk kategori PPKM Level 4. Turunnya level PPKM pun diikuti dengan dimulainya kembali kegiatan pada beberapa sektor dengan sistem uji coba.
Sejak turunnya level PPKM, beberapa daerah di Jawa Tengah juga memulai kembali berbagai kegiatan. Seperti Pembelajaran Tatap Muka di beberapa titik, restoran dan mal serta sejumlah tempat wisata yang dibuka secara terbatas dan dengan protokol kesehatan/ketat. Info/red

Berita Lainnya
Kemendag Rangkul Eksportir Jatim Bidik Transaksi US$16,5 Miliar di Ajang Trade Expo Indonesia ke-41
BPJS Kesehatan Klaim Program JKN Makin Kuat Tembus 282,7 juta Jiwa Total Penduduk Indonesia
Kinerja SIER Melaju Impresif, Laba Bersih Naik 56 Persen