
Surabaya – Fenomena udara dingin atau bediding yang terjadi di Jawa Timur selama musim kemarau tidak secara langsung menyebabkan flu, tetapi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Petra, dr. Octavianus Eka Saputra, Sp.A., menjelaskan flu disebabkan oleh virus, sedangkan udara dingin dan kering dapat mengurangi pertahanan alami saluran pernapasan sehingga virus lebih mudah menginfeksi tubuh, (17/7/26).
Menurut dr. Octavianus, bediding juga dapat memicu penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan tekanan darah meningkat. Karena itu, bayi, anak-anak, lansia, serta penderita hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya perlu lebih waspada selama fenomena ini berlangsung. Berdasarkan data BMKG, bediding dipicu Angin Monsun Australia dan langit yang minim awan pada musim kemarau, dengan puncak terjadi pada Juli hingga Agustus.
Untuk mengurangi dampaknya, masyarakat dianjurkan mengenakan pakaian hangat, menjaga kecukupan cairan dan asupan gizi, rutin mencuci tangan, tetap aktif berolahraga, beristirahat cukup, serta segera memeriksakan anak ke dokter apabila mengalami demam tinggi, sesak napas, lemas, atau tidak mau makan dan minum. Menurut dr. Octavianus, bediding merupakan fenomena alam yang normal sehingga yang terpenting adalah menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat. info/red

Berita Lainnya
Malam Penuh Makna di Ujung Pengabdian: Mahasiswa Untag Surabaya Pamit kepada Warga Desa Kertosono
Tingkatkan Jangkauan Pasar, Mahasiswa KKN Kenalkan Strategi Branding Digital bagi Pelaku Usaha Sablon
Oven Pengering Kerupuk Bawang Karya Mahasiswa Untag Surabaya Tingkatkan Kualitas Produksi