14 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Atasi Polusi Asap Pembakaran, Mahasiswa KKN Untag Surabaya Kembangkan ‘Tungku Roket’ di Desa Kertosono

48 / 100 SEO Score

KKN Untag asap

Permasalahan polusi udara akibat asap pembakaran sampah rumah tangga di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, segera menemukan jalan keluar. Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya subkelompok 4 saat ini sedang merancang teknologi Rocket Stove (Tungku Roket) guna menekan dampak buruk dari praktik pembakaran terbuka.

Inisiatif pengadaan alat ini lahir setelah tim mahasiswa yang digawangi oleh Yuda, Aldi, Javier, dan Habibi memetakan kondisi di lapangan. Mereka menyoroti tingginya kebiasaan warga membakar limbah secara konvensional karena keterbatasan fasilitas pengolahan. Sayangnya, metode tersebut sering kali memicu kepulan asap pekat yang menyebar ke kawasan permukiman dan mengganggu kenyamanan bernapas.

Di bawah pengarahan dosen pembimbing, Daffa Dwi Sri Diyanti, S.Psi., M.Psi., tim mahasiswa kini tengah mengaplikasikan ilmu keteknikan untuk membangun instalasi pembakaran yang lebih mutakhir. “Kami mendirikan struktur rocket stove secara permanen menggunakan paduan material bata ringan (hebel) dan bata tahan api (refractory). Secara dimensi, tungku ini dibangun dengan ukuran 75 x 50 x 200 sentimeter,” terang perwakilan tim mahasiswa KKN Untag.

Mekanisme kerja tungku inovatif ini didesain secara khusus untuk memanfaatkan sistem draft udara alami. Melalui ruang bakar primer dan sekunder yang berujung pada cerobong vertikal, sirkulasi oksigen menjadi sangat terkontrol. Efeknya, biomassa dan sampah organik kering yang dimasukkan akan terbakar pada suhu yang jauh lebih tinggi dan sempurna. Proses inilah yang membuat bahan bakar menjadi lebih hemat dan emisi asap dapat direduksi secara drastis.

Sebagai mitra utama dalam program ini, Kepala Desa Kertosono, Mohamad Hazir Sa’dan, mendukung penuh dan memfasilitasi kelancaran kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Tidak berhenti pada perakitan alat fisik, mahasiswa juga akan terjun langsung mengadakan kampanye edukasi seputar pelestarian lingkungan. Nantinya, perwakilan warga beserta jajaran pengurus RT/RW akan diberikan pelatihan intensif serta dibekali buku pedoman khusus.

Hal ini bertujuan agar masyarakat desa menguasai tata cara pemakaian dan mampu menjaga keawetan mesin tersebut secara mandiri di masa mendatang. Lewat kehadiran inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) ini, sivitas akademika Untag Surabaya berharap volume tumpukan sampah di Kertosono dapat ditangani secara efektif. Kolaborasi riil ini menjadi komitmen nyata perguruan tinggi dalam menyokong terciptanya kualitas lingkungan pedesaan yang lebih asri, higienis, dan terbebas dari polusi.

Penulis: Ahmad Habibi Ramadhani

48 / 100 SEO Score