
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya subkelompok 4 saat ini tengah merancang Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa rocket stove di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Inovasi ini disiapkan sebagai solusi konkret bagi warga untuk mengelola timbunan sampah rumah tangga agar ke depannya lebih efisien dan ramah lingkungan.
Tim mahasiswa KKN yang terdiri dari Yuda, Aldi, Javier, dan Habibi menginisiasi perancangan teknologi ini setelah melakukan observasi terhadap permasalahan riil di lapangan. Selama ini, keterbatasan sarana pengolahan membuat sebagian warga masih mengandalkan pembakaran sampah secara terbuka (open burning). Praktik konvensional tersebut dinilai kurang efektif karena menghasilkan asap yang berpotensi mengganggu kenyamanan permukiman, serta menyisakan permasalahan energi panas yang tidak termanfaatkan secara optimal.
“Saat ini rocket stove sedang dalam tahap perancangan dan pembangunan fisik. Alat ini didesain sebagai tungku pembakaran permanen berdimensi 75 x 50 x 200 cm yang tersusun dari material bata ringan (hebel) dan bata tahan api”, ujarnya perwakilan tim KKN Untag Surabaya.
Lebih lanjut, tim menjelaskan bahwa sistem ini nantinya akan memanfaatkan sirkulasi udara terkontrol yang masuk melalui ruang bakar primer, ruang bakar sekunder, hingga dialirkan ke cerobong asap. Desain ini dirancang agar proses pembakaran biomassa dan sampah organik bisa berlangsung lebih sempurna, menghasilkan suhu tinggi, serta meminimalisasi emisi asap yang keluar.
Program yang didampingi oleh dosen pembimbing Daffa Dwi Sri Diyanti, S.Psi., M.Psi. ini tidak hanya berfokus pada pembuatan alat fisik. Dalam serangkaian program kerjanya, tim mahasiswa juga tengah menyiapkan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta pengurus RT/RW terkait pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Untuk mendukung keberlanjutan program, tim juga sedang menyusun buku panduan operasional agar warga nantinya mampu mengoperasikan dan melakukan perawatan mesin secara mandiri.
Mahasiswa 17 Agustus 1945 Surabaya KKN Reguler 24 mengharapkan bahwa setelah alat rocket stove ini selesai dibuat dan dapat beroperasi dengan baik, warga mampu memanfaatkannya sebagai sarana pembakaran sampah yang lebih efisien dan hemat bahan bakar. Penggunaan alat ini diproyeksikan dapat mengurangi penumpukan sampah, menekan polusi udara dibandingkan metode pembakaran terbuka, sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola kebersihan desa.
Pemerintah Desa Kertosono melalui Kepala Desa, Mohamad Hazir Sa’dan, menyambut baik dan memfasilitasi jalannya program yang dibawa oleh para mahasiswa. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk menciptakan lingkungan Desa Kertosono yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.
penulis: Yuda Achmad Fathoni

Berita Lainnya
Solusi Kelompok Mahasiswa Untag Surabaya Kembalikan Senyum UMKM Kerupuk Gresik di Musim Penghujan
Atasi Polusi Asap Pembakaran, Mahasiswa KKN Untag Surabaya Kembangkan ‘Tungku Roket’ di Desa Kertosono
Gugah Kepedulian Lingkungan, Tim Pengabdian Masyarakat UNTAG Latih Ibu PKK Desa Melirang Kelola Sampah Berbasis Ecobrick