Surabaya,pustakalewi.com – Program pemerintah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk magang atau berpartisipasi dalam program-program yang disediakan. Mahasiswa Universitas Narotama Surabaya pun tidak melewatkan kesempatan untuk bergabung dalam program-program tersebut, salah satunya adalah Kampus Mengajar.
Ketertarikan Bagus Pramudita pada isu pendidikan dan sosial, membuat mahasiswa Jurusan Manajemen ini aktif menjadi bagian program Kampus Mengajar. Dengan menjadi bagian dalam program ini, Bagus merasa bisa mengembangkan serta mengaplikasikan ilmu yang ia miliki saat ini. “Sehingga ilmu yang saya miliki tidak hanya bermanfaat untuk diri saya sendiri, tapi juga untuk orang lain,” ujarnya.
Semangat Bagus untuk bergabung dalam Kampus Mengajar didasari oleh latar belakang keluarganya yang sederhana. Dari situlah, Bagus menjadi seseorang yang suka belajar dari siapa pun dan suka berbagi pengalaman. “Tentunya program ini bisa menjadi langkah alternatif saya untuk bisa memberikan dampak bagi negeri. Selain itu, motivasi saya yang lain adalah saya ingin menambah relasi yang positif dan saya percaya program ini akan memberikan banyak manfaat, baik untuk saya maupun orang lain,” lanjutnya.
Dalam program Kampus Mengajar yang diadakan oleh pemerintah, Bagus ditugaskan di UPT SD Negeri 150 Gresik mulai tanggal 2 Agustus – 17 Desember 2021. Sebelum menjalankan program, ia juga mengikuti pembekalan wajib. “Alhamdulillah selama berjalannya kegiatan ini saya belajar banyak hal, salah satunya karena saya bukan dari jurusan pendidikan sehingga saya menemukan ilmu-ilmu baru dalam lingkup pendidikan, misalnya pembuatan RPP, psikologi anak, penerapan model pembelajaran, dan lainnya,” cerita mahasiswa asal Nganjuk itu.
Ternyata, sebelum mengikuti program resmi Kampus Mengajar dari Kementrian, Bagus sudah memiliki beberapa pengalaman dalam dunia kerelawanan. Antara lain Youth Ranger Indonesia, Kejar Mimpi, Imconnect, Turun Tangan Surabaya dan ia baru saja melaksanakan kegiatan pengabdian jalur fully funded di Lombok bersama Bakti Milenial.
“Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama salah satunya terhadap akses pendidikan, oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus aktif memberikan kontribusi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Terutama di daerah yang memiliki inkubasi yang tinggi. Supaya terus berkembang demi kemajuan bangsa dan negara,” tuturnya.


Berita Lainnya
“Study in Hong Kong” Kenalkan Sekolah Unggulan Hong Kong di Surabaya
Berdayakan UMKM Sekitar, Mahasiswa Bantu Penguatan Promosi Dua Usaha Kuliner Rumahan
Komunikasi Partisipatif sebagai Strategi Pemberdayaan UMKM: Belajar dari Pendampingan Mahasiswa dalam Branding dan Pemasaran Digital