
Surabaya – Pemerintah menyiapkan empat ruas jalan tol sebagai landasan darurat pesawat tempur untuk mendukung operasi pertahanan nasional saat kondisi tertentu. Meski memiliki fungsi tambahan, seluruh ruas tersebut tetap beroperasi normal sebagai jalan tol bagi masyarakat.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan, konsep jalan tol multifungsi ini telah diuji melalui pendaratan darurat pesawat tempur di ruas Tol Terpeka pada 11 Februari 2026.
Dalam uji coba tersebut, dua pesawat tempur TNI AU, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16, berhasil lepas landas dan mendarat dengan aman. Uji coba itu menjadi yang pertama dilakukan di Indonesia untuk memanfaatkan jalan tol sebagai landasan darurat pesawat tempur.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan infrastruktur kini tidak hanya berorientasi pada konektivitas dan distribusi logistik, tetapi juga dirancang untuk mendukung kebutuhan strategis negara.
“Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat menunjukkan infrastruktur memiliki fungsi ganda, tidak hanya melayani mobilitas dan logistik, tetapi juga mendukung kesiapsiagaan nasional,” ujar Dody, dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian PU, Sabtu (25/7/2026).
Keempat ruas tersebut akan tetap difungsikan sebagai jalan tol dalam kondisi normal. Namun, pada situasi darurat atau kebutuhan operasi pertahanan, ruas-ruas itu dapat digunakan sebagai landasan alternatif bagi pesawat tempur TNI Angkatan Udara.
Pemanfaatan jalan tol sebagai landasan darurat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan infrastruktur nasional, sehingga fasilitas publik yang dibangun tidak hanya menunjang aktivitas ekonomi, tetapi juga dapat dioptimalkan untuk kepentingan pertahanan negara saat dibutuhkan. info/red

Berita Lainnya
Pemerintah Sayangkan Aksi Pembubaran Gereja GMS Bantul
Mudik Lebaran Polda Jatim Dirikan 238 Pos Pengamanan Mudik di Titik Strategis
Polri Kembali Lakukan Mutasi 54 Personel, Bagian Penyegaran dan Pembinaan Karier