
Surabaya – Alun-alun Kota Surabaya berubah menjadi etalase produk kopi dan pangan unggulan Nusantara melalui penyelenggaraan 5th Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) 2026.
Tak sekadar menghadirkan festival, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur memanfaatkan ajang yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 ini, untuk mempertemukan 111 pelaku UMKM, petani kopi, dan perbankan guna memperkuat rantai bisnis kopi nasional.
Festival yang juga dirangkai dengan peluncuran Rupiah Java Run 2026 tersebut menghadirkan pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.
Beragam kopi unggulan dipamerkan, mulai dari Gayo Aceh, Mandailing Sumatera Utara, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, hingga Jawa Timur.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Ridzky Prihadi Tjahyanto, mengatakan JCFF bukan hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, tetapi juga wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi berbasis UMKM.
“Kita mengajak kembali masyarakat menikmati kopi petani yang berkualitas, tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari Gayo Aceh, Mandailing Sumatera Utara, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Bali,” kata Ridzky, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, BI Jatim juga membuka akses yang lebih luas bagi petani kopi dengan mempertemukan mereka langsung dengan sektor perbankan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat akses pembiayaan sehingga pelaku usaha kopi memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan bisnisnya.
“Kita juga mengajak perbankan untuk pembiayaan. Kita hubungkan petani kopi dengan dunia perbankan sehingga mereka lebih mudah memperoleh akses kredit dan pembiayaan,” ujarnya.
Melalui JCFF 2026, BI Jatim berharap ekosistem kopi nasional semakin kuat, mulai dari sisi produksi, pembiayaan, hingga pemasaran.
Festival ini sekaligus menjadi ruang promosi bagi produk unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. info/red

Berita Lainnya
Java Coffee and Flavors Fest 2026 Koffiku Tawarkan Kopi Tanpa Gula dan Tanpa Ampas
Angkutan Barang KAI DAOP 8 Surabaya Tumbuh 8,42 Persen Pada Semester I 2026
Lumajang Berlakukan Darurat Kekeringan hingga Oktober Akibat Krisis Air Bersih