1 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Miss Tionghoa Indonesia Gelar Bakcang Day Ajang Pelestarian Budaya dan Penguat Harmoni Sosial

56 / 100 SEO Score

IMG 20260621 WA0004 640x445 1

Surabaya – Aroma daun bambu dan ketan yang memenuhi Balai Sahabat Surabaya, Sabtu (20/6/2026) kemarin, menjadi penanda berlangsungnya Bakcang Day yang digelar Miss Tionghoa Indonesia bersama sejumlah organisasi dan komunitas Tionghoa. Kegiatan ini tidak sekadar mengenalkan kuliner tradisional, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai budaya dan mempererat kebersamaan antargenerasi.

Ratusan peserta tampak antusias mengikuti proses pembuatan bakcang, mendengarkan kisah di balik tradisi Festival Bakcang, mengikuti berbagai permainan berhadiah doorprize, hingga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan panitia.

Ketua Koordinator Miss Tionghoa Indonesia, Nita, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen masyarakat, di antaranya Miss Tionghoa Indonesia, Top Model Indonesia, Yayasan Baik, Ikatan Koko Cici, serta sejumlah perkumpulan Tionghoa lainnya.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat tentang tradisi bakcang sekaligus mempererat kebersamaan melalui kegiatan membuat dan makan bakcang bersama. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin, bahkan setiap tiga bulan sekali,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, peserta juga diajak memahami sejarah tradisi bakcang yang berakar dari kisah Qu Yuan, seorang penyair dan pejabat setia pada masa Negara-Negara Berperang di Tiongkok kuno. Menurut legenda, setelah Qu Yuan mengorbankan dirinya sebagai bentuk kesetiaan kepada negaranya, masyarakat melemparkan bakcang ke sungai agar ikan tidak memakan jasadnya.

Sejak saat itu, bakcang menjadi simbol penghormatan, kesetiaan, dan kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Panitia mengangkat tema “Bakcang Day, Cerita dan Semangat Budaya Tionghoa” dengan mengajak peserta memahami empat nilai utama dalam tradisi tersebut, yakni kesetiaan, kebersamaan, warisan, dan harmoni.

Kesetiaan dimaknai sebagai komitmen terhadap nilai kehidupan, keluarga, dan tanggung jawab. Kebersamaan menjadi pengingat pentingnya saling peduli dan mendukung satu sama lain. Warisan budaya mengajak generasi muda untuk terus melestarikan tradisi leluhur, sedangkan harmoni mengajarkan hidup rukun, damai, dan penuh rasa syukur di tengah keberagaman.

Bakcang yang selesai dibuat kemudian dibagikan kepada para peserta untuk dinikmati bersama. Momen sederhana tersebut menjadi simbol persaudaraan dan semangat berbagi yang menjadi inti dari perayaan Festival Bakcang.

Sementara itu, Ketua Ikatan Koko Cici Jawa Timur (IKOCI Jatim), Koko Reza Reynaldy Sanjaya, turut memperkenalkan berbagai program sosial, budaya, dan edukasi yang selama ini dijalankan oleh Koko Cici Jawa Timur untuk masyarakat.

Ia berharap semakin banyak pihak yang dapat berkolaborasi dalam kegiatan sosial maupun budaya demi memperkuat pelestarian budaya sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui Bakcang Day, warisan budaya Tionghoa tidak hanya dikenalkan sebagai tradisi tahunan, tetapi juga menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai luhur tentang kesetiaan, kebersamaan, dan harmoni yang tetap relevan di tengah kehidupan modern saat ini. Info/red

56 / 100 SEO Score