2 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Hadirnya Daniel Abidin Founder Alas Institute, Menyoroti Tantangan dalam Kalangan Pemuda Indonesia 

56 / 100 SEO Score

IMG 20260621 WA0013

Hadirnya Daniel Abidin Founder Alas Institute, Menyoroti Tantangan dalam Kalangan Pemuda Indonesia

Surabaya – Pemberdayaan masyarakat tidak dapat berjalan hanya melalui program yang bersifat top-down. Dibutuhkan strategi komunikasi yang mampu membangun kesadaran, partisipasi, dan rasa memiliki masyarakat. Hal tersebut menjadi pesan utama dalam talkshow bertema “Strategi Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Komunitas dalam Menggerakkan Perempuan, UMKM dan Pemuda” yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Komunikasi di Auditorium R. Ing. Soekonjo lantai 6 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Rabu (17/6).

Acara yang didampingi Dia Puspitasari sebagai MC bersama tamu spesial Achmad Danial Abidin sebagai Founder Alas Institute dan Evi Ratnasari sebagai Founder Omah Jaman Now (OJN). Keduanya berbagi pengalaman mengenai strategi komunikasi dan praktik pemberdayaan masyarakat yang telah diterapkan di berbagai daerah.

Dalam paparannya, Danial menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pemuda Indonesia, seperti pengangguran, rendahnya keterampilan, minimnya jaringan, serta pola pikir pragmatis yang dapat menghambat daya saing. Menurutnya, pendidikan tinggi saja tidak cukup untuk menjawab tantangan tersebut. Kemampuan berkomunikasi, membangun relasi, dan menciptakan solusi menjadi kompetensi yang sangat dibutuhkan.

Danial menjelaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan sangat bergantung pada pemahaman terhadap karakteristik masyarakat. Karena itu, proses pemberdayaan harus diawali dengan asesmen yang meliputi identifikasi masalah, pemetaan potensi, analisis karakteristik masyarakat, serta pemetaan pemangku kepentingan. Hasil asesmen kemudian menjadi dasar dalam menyusun perencanaan dan rencana aksi yang tepat sasaran.

Sementara itu, Evi Ratnasari membagikan pengalaman Omah Jaman Now dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan komunitas. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah komunitas tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan, tetapi juga oleh kemampuan membangun komunikasi yang terbuka, kolaboratif, dan berkelanjutan antaranggota. Menurutnya, komunitas dapat menjadi ruang belajar bersama yang mampu mendorong perempuan, pelaku UMKM, dan generasi muda untuk mengembangkan potensi diri serta meningkatkan kemandirian ekonomi.

Evi juga menjelaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat merupakan faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan. Oleh karena itu, setiap anggota komunitas perlu didorong untuk berpartisipasi, saling mendukung, dan mengambil peran sesuai kapasitasnya masing-masing.

Melalui studi kasus yang dibahas dalam sesi diskusi, peserta diajak memahami pentingnya pendekatan komunikasi yang partisipatif dalam menyelesaikan persoalan sosial. Perubahan perilaku masyarakat, menurut Danial, tidak cukup dilakukan melalui larangan atau sosialisasi satu arah, tetapi memerlukan pemahaman terhadap budaya lokal dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari solusi.

Selain pelaksanaan program, keberhasilan pemberdayaan juga ditentukan oleh proses monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan program setelah pendampingan berakhir. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan praktis mengenai penerapan komunikasi pembangunan sekaligus didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan perempuan, UMKM, dan pemuda melalui pemberdayaan berbasis komunitas.

Penulis : Noval, Della, Tiara, Bunga, Zahwa, Nadia, Diva, Daffa, Rasyid (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)

56 / 100 SEO Score