
Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi buka suara maraknya toko serta restoran di Jalan Tunjungan memasang stiker ‘Save Tunjungan’ sebagai bentuk protes karena omzetnya menurun pasca larangan parkir tepi jalan diberlakukan Pemkot.
Eri dengan tegas mengatakan saat ini perekonomian di Jalan Tunjungan sedang baik-baik saja dan masih ramai meski tidak menampik ada beberapa cafe dan resto yang mengalami penurunan omzet.
“Tidak semua (cafe dan resto sepi). Bahkan Tunjungan masih ramai kok,” ujar Eri saat dikonfirmasi, Kamis (21/8/2025).
Bahkan Eri mengaku dengan adanya larangan parkir tepi jalan umum di Jalan Tunjungan makin membuat cafe, resto serta toko di kawasan tersebut makin terlihat warga dan cantik.
“Bahkan mungkin bisa ditanyakan, resto ini jauh lebih indah ketika tidak ada parkir tepi jalan umum, sehingga orang-orang bisa lebih menikmati (suasana di kawasan Jalan Tunjungan),” ungkapnya.
Sekitar 10 tempat usaha di Jalan Tunjungan memasang stiker berwarna kuning dengan tulisan warna hitam ‘Save Tunjungan’ dan ‘Satu Tujuan, Satu Tunjungan’ sebagai bentuk protes menurunnya omzet penjualan pasca larangan parkir di tepi jalan umum diberlakukan Pemkot Surabaya.
Sebagai gantinya, Pemkot menyediakan 6 titik lokasi sebagai kantong parkir kendaraan roda dua dan sepeda motor yang disiapkan.
Pemkot juga beralasan, larangan parkir tepi jalan umum juga bertujuan untuk menata lalu lintas serta mengurai kemacetan di kawasan Jalan Tunjungan. info/red

Berita Lainnya
Garuda Indonesia Ubah Aturan Soal Bagasi, Ini Ketentuan Terbarunya
Hasil Survei Terbaru: Kepuasan Pemerintahan Prabowo Turun di Bawah 50 Persen
Musda VII Partai Demokrat Jatim Resmi Dibuka, 40 Peserta Pegang Hak Suara