
Surabaya – Arsitektur Indonesia menghadapi tantangan penyeragaman desain global di tengah pesatnya perkembangan Society 5.0. Mengangkat isu tersebut, Himaartra Program Studi Arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra menggelar Archiexpo 2026 bertema “Indonesian Architecture in Society 5.0: Challenges and Opportunities” pada 9–11 September 2026.
Kegiatan di Selasar Gedung P, Kampus UK Petra itu menghadirkan pameran karya, talkshow, seminar, serta Archidraw. Lomba mural bertema Warisan Indonesia, Teknologi, dan Arsitektur diikuti 35 kelompok yang terdiri dari siswa SMA di Surabaya dan mahasiswa UK Petra.
Ketua Panitia Archiexpo 2026, Avril Caylee Baros, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan teknologi dengan kearifan lokal dalam pengembangan arsitektur masa depan. “Harapannya lewat Archiexpo ini, seluruh peserta yang terlibat dapat saling berdiskusi dan menggali peluang integrasi antara teknologi dengan kearifan lokal Indonesia,” ujar Avril.
Pameran juga menampilkan puluhan maket dan poster karya mahasiswa, termasuk karya terbaik tiap semester, LKTI dan Architecture Festival. Koleksi Surabaya Memori dari Library UK Petra turut dipamerkan melalui buku serta foto Surabaya tempo dulu dan masa kini.
Melalui Archiexpo 2026, UK Petra mendorong mahasiswa melihat teknologi bukan sebagai ancaman bagi identitas arsitektur, melainkan sebagai sarana untuk mempertahankan kearifan lokal sekaligus melahirkan desain yang inovatif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. info/red

Berita Lainnya
UC Beri Pembekalan Bagi 100 Dosen Dampingi 1.000 Mahasiswa Magang
Ratusan Ilmuwan Cilik Ditantang Pecahkan Masalah di Eksplorasi Sains di Gramedia Science Day 2026 Surabaya
Sebanyak 959 Wisudawan ke 90 UK Petra Siap Emban Nilai LIGHT