
Surabaya – Medina Zein dalam sidang kasus pengancaman terhadap Uci Flowdea yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/9/2022) mengungkapkan alasan ia mengirimkan stiker bom kepada Uci melalui pesan singkat. Medina Zein mengatakan, stiker yang dikirim untuk Uci Flowdea itu hanya berupa kejutan saja.
Menanggapi keterangan Medina Zein, Crazy Rich asal Surabaya itu menilai keterangan Medina hanya omong kosong. Terlebih dalam riwayat obrolan, Uci dan Medina tengah terlibat konflik yang cukup panas. Sehingga Uci menanggapi kiriman Medina itu sebagai bentuk ancaman.
“Kalau stiker bom dia menyatakan bercandaan dan itu membuat saya takut itu kan non sense. Karena dalam story itu kan berurutan, dia juga posting chat aku, dan Medina klimaksnya dia mau kirim bom. Kalau bercandaan kenapa enggak bilang aja kirim bunga kek apa kek kenapa harus bom,” kata Uci Flowdea saat ditemui awak media di Jakarta Selatan, Selasa (14/9/2022).
Bukan cuma itu, Uci juga sempat mendapat beberapa ancaman dari Medina. Mulai dari somasi hingga akan dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Saya dibilang ‘siap-siap bawa selimut mie instan hidup di sel gak enak loh’, nah kalau dengan kata-kata banyak sekali ancaman dia bikin story akan kirim bom, apa itu dia buat cerita becandaan?, gak boleh dong,” katanya.
Karena sering mendapat ancaman, Uci mengungkapkan psikisnya juga ikut terganggu akibat ancaman Medina Zein. Bahkan, akibat ancaman itu, Uci sempat tak berani tinggal di rumahnya.
“Saya tinggal di Amerika, di mana, karena saya takut. Ada satu ketika story saya dia capture dia tambahin lagi ngetag dirjen imigrasi. Tiap saya ke luar negeri saya ada ketakutan, takut saya dicekal padahal saya gak salah apa-apa. Itu artinya sudah kena psikis saya kan,” tutupnya.
Perlu diketahui, perseteruan Uci Flowdea dengan Medina Zein bermula dari jual beli tas branded merek Hermes. Info/red

Berita Lainnya
PN Surabaya Gelar Sidang Perdana Perusakan Rumah Nenek Elina
Swiss-Belexpress Jemursari Hadir Dengan Konsep Hotel Mid-Scale Modern
Kian Diminati, Pengguna Kereta Api di Daop 8 Surabaya Capai 3 Juta Lebih