
Surabaya – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menerima kunjungan sejumlah mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Senin (19/6/2023). Kedatangan 14 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) tersebut disambut oleh pengurus DPD, mulai dari pengurus BP Pemilu, Muhammad Imam, hingga Wakil Kepala Bidang I BSPN Jatim, Abdi Edison.
Ketua rombongan, Yunni maulidya Sani, mengatakan, tujuan kedatangan mereka guna memenuhi tugas kuliah sekaligus belajar tentang tahapan pemilu.
“Baru pertama ini ke kantor partai karena sebelum UAS dapat tugas tentang pemilu, terus disuruh tanya ke kantor partai,” ujarnya.
Pihaknya, tambah Yunni, tertarik dengan pandangan pemilu dari PDI Perjuangan yang berbeda dari partai lain yakni memilih proporsional tertutup.
“Orang PDI Perjuangan ramah sekali menyambut dengan senang hati memberi relasi dan tanggapan yang baik dan memberi pengertian yang sangat jelas kepada kami,” jelasnya.
Dari hal tersebut, berlangsung lah diskusi hangat. Para pengurus DPD menjabarkan dengan rinci tentang pandangan Partai terhadap sistem pemilu saat ini.
Pengurus BP Pemilu, Muhammad Imam, mengatakan, pihaknya mengapresiasi pemikiran kritis dari para mahasiswa yang hadir.
“Harapannya mereka bisa memahami sistem kepartaian dan sistem pemilu di Indonesia,” tuturnya.
Terkait pemilu, kata Imam, Partai telah menyiapkan segalanya dengan matang. Kader-kader telah dilatih agar memiliki kualitas yang baik sehingga tak bermasalah dengan proses pemilu yang dilakukan secara proporsional terbuka maupun tertutup.
“Pemilu tertutup atau terbuka sama-sama punya kekurangan dan kelebihan. Jika dilakukan tertutup, maka bisa menghindari upaya money politik serta menjaga kualitas tiap caleg, sedangkan jika terbuka, pemilih dapat berpartisipasi langsung dalam mengawasi wakilnya di lembaga perwakilan,” tandasnya. Info/red

Berita Lainnya
Kabupaten Trenggalek Kembangkan Konservasi Penyu Kili-Kili Berbasis Sains
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hadir di Surabaya, Said Abdullah Targetkan Jatim Punya Gubernur
Firman Jaya Daeli Paparkan Makna Pancasila dalam Diskusi Kebangsaan di Surabaya