
Medan, Pustakalewi.Net.—Kesepakatan bersama menyikapi penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumut 2008 oleh forum lintas agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat serta kebersamaan lintas etnis Sumatera Utara (Sumut) demi mengujutkan hasil dari pilkada yang ama dan damai. Dalam kesepakatan bersama tersebut dihimbau kepada seluruh warga masyarakat Sumut serta pasangan calon agar dapat menerima dan menghormati hasil dari pilkada yang meraih suara terbanyak, sebagai hasil pemilihan demokratis dari proses pemilihan juga wujud kedaulatan rakyat Sumut.
Pernyataan bersama yang diikrarkan Sabtu (19/4) lalu di Komplek Perumahan Cemara Asri Medan lebih ditujukan untuk membangun kebersamaan di Sumut yang lebih baik. H Anif Syah sebagai inisiator dan fasilitator acara penandatangan dan pembuatan kesepakatan tersebut mengatakan bahwa kesepakatan bersama tersebut dilakukan karena pilkada rawan dengan terjadinya perpecahan “Dimana-mana Pilkada ada bentrokan dengan masyarakat. Karena yang terjadi sekarang ini arahnya kesana, dan ini yang harus dicegah. Agar Sumut tetap menjadi sumut yang sesungguhnya dengan keberagaman agama suku dan budaya” katanya.
Dalam ikrar kesepakatan tersebut juga dikatakan bahwa siapapun yang kemudian ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih, wajib didukung bersama demi tercipta situasi aman, tenteram, makmur dan tetap kondusif. Sosok terpilih juga diharapkan mampu menjadi gubenur untuk seluruh masyarakat Sumut, dengan menjaga jarak yang sama terhadap setiap etnis dan agama.
Perwakilan dari tokoh agama dan akademisi seperti Tuan Guru Babussalam Syekh H Hasyim Al Syarwani, Pimpinan Mahakaruna Budhist Center Medan Bhiksu Prajnavira Mahastavira, Wakil Sekretaris PHDI-SU Pinandita M Chandrabose, PGI-Wil JA Ferdinandus, Komisaris Daerah Sumut Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) WS Ir Djohan Adjuan, Rektor UISU Prof DR Djanius Djamin SH MS, Rektor UNIMED Drs Syawal Gultom MPd dan Rektor IAIN-SU Prof Dr M Yasir Nasution, serta beberapa kalangan tokoh agam dan pendidikan lainnya mengajak seluruh masyarakat Sumut yang hidup dengan berbagai keberagaman agar tetap menciptakan perdamaian dan sikap toleransi sebagai cermin Sumut yang sesungguhnya. “Sumut harus tetap satu dengan berbagai keberagaman,” kata salah seorang dari mereka
Inisiatif pernyataan bersama juga mendapat dukungan dari JA Ferdinandus, yang dinilainya sebagai sebuah penghargaan dan kehormatan dari pemrakarsanya. Karena dia menilai, ini semata-mata demi terwujudnya rasa aman dan kedamaian. Menurutnya, pekerjaan sekecil apapun tetap meminta anugerah Tuhan, termasuk niat baik dalam menyikapi penyelenggaraan pemilihan periode 2008-2013. “Pimpinan gereja Sumut berdoa dan berharap agar tetap kondusif, aman serta sejahtera. Apalagi dalam menciptakan penyelenggaraan Pilgubsu yang damai,” urainya.
Menghormati keputusan pilihan rakyat, kata dia, umat kristen wajib mendoakan sosok terpilih. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan. Di sisi lain, bagi Gub/Wagubsu terpilih, diharapkan bisa menjadi gubernur setiap anak bangsa di Sumatera Utara. Ini dilakukan agar kondusifitas tidak terganggu akibat beda etnis dan agama. Sehingga keutuhan NKRI tetap terus terjalin.
(Gun)

Berita Lainnya
PDI Perjuangan Bondowoso Hidupkan Malam Jumat Manis
Pemkab dan DPRD Kediri Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Pemkab Kediri salurkan 200 ton benih jagung, Mas Dhito: Dukung ketahanan pangan