13 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Sore di Pematang Sawah: Layang-layang, Tawa, dan Semangat KKN Untag Surabaya

59 / 100 SEO Score

 

Mahasiswa Kampus 17 Agustus 1945 Surabaya melakukan pengabdian masyarakat di Desa Kertosono, Kabupaten Gresik selama 12 hari. Kegiatan pengabdian berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler kepada masyarakat dilakukan dengan beberapa program kerja yang telah dijalankan oleh para subkelompok. Sebanyak sembilan subkelompok berinteraksi dengan dengan para mitra warga desa yang memiliki permasalahan masing-masing. Selain sembilan subkelompok yang menjalankan program kerja masing-masing, ada pula program patriotisme di kalangan digital yang terdiri atas editan AI (teks, gambar, dan ppt) dan perpustakaan digital. Kegiatan program kerja tersebut ditargetkan selesai dalam waktu seminggu.

Di tengah kepadatan jadwal, mahasiswa mencari hiburan berupa kegiatan desa yang seru dan bernuansa nostalgia, yaitu permainan Layang-layang. Layang-layang adalah mainan tradisional berbahan bambu dan kertas atau kain yang memanfaatkan tenaga angin untuk terbang. Mainan ini sudah dimainkan sejak ribuan tahun lalu di Cina dan menyebar ke Nusantara dengan beragam bentuk khas, seperti Janggan dari Bali atau Bebean dari Sunda. Para mahasiswa memainkan layang-layang di persawahan pada Sabtu sore, 11 Juli 2026.

Kawasan persawahan menghadirkan efek relaksasi yang luar biasa karena suhu udaranya bisa 5 hingga 10 derajat celcius lebih sejuk daripada perkotaan berkat penguapan air dari genangan sawah. Angin alami yang bertiup membawa aroma tanah basah dan dedaunan padi, sementara hamparan warna hijau secara ilmiah terbukti menurunkan kadar hormon kortisol penyebab stres hingga 15 persen. Warna hijau pada padi memberikan efek menenangkan pada saraf mata, sedangkan suara gemericik air irigasi dan desiran daun padi berfungsi seperti suara alam yang menenangkan pikiran bawah sadar.

Bagi mahasiswa KKN yang lelah dengan aktivitas lapangan dan interaksi sosial yang padat, duduk selama 15 hingga 20 menit di pematang sawah atau di gubuk kecil sambil menikmati angin sore dapat memulihkan fokus, mengurangi kecemasan, dan memberi jeda mental yang lebih menyegarkan dibandingkan istirahat di dalam ruangan. Dengan demikian, sawah bukan hanya tempat kerja, tetapi juga ruang terapi alami yang gratis dan ampuh untuk melepas penat.

Semangat juang mahasiswa KKN Reguler di Gresik tidak hanya diukur dari seberapa cepat program kerja selesai, tetapi juga dari kemampuan menikmati setiap proses, termasuk momen sederhana seperti bermain layang-layang di tengah sawah. Hiburan ini bukan sekadar pelepas penat, melainkan pengingat bahwa pengabdian sejati lahir dari hati yang riang dan pikiran yang jernih. Teruslah berkarya, berbagi, dan bersenang-senang, karena dedikasi kalian adalah napas perubahan bagi Desa Kertosono. Selamat menikmati sore dengan layang-layang terbang tinggi, dan bawalah semangat itu pulang ke kampus sebagai kenangan manis yang tak ternilai. Jayalah Untag Surabaya, jayalah mahasiswa KKN!

(Pramodya)

59 / 100 SEO Score