
Surabaya – NUSANTARA PHOTO CLUB (NPC) Rasmono Sudarjo (邵亮明), dan Ketua NPC Bapak Tirta (王朝盛) memimpin delegasi Nusantara Photo Club dan Asosiasi Seni Fotografi Dunia Indonesia (GPA) melakukan kunjungan ke Pusat Pertukaran Ekonomi dan Kebudayaan ASEAN (selanjutnya disebut Pusat), 31 Oktober 2026. Rombongan disambut langsung oleh Direktur Pusat, Gui Guanghui (桂广辉). Penasihat Asosiasi Promosi Integrasi Industri dan Pendidikan Kota Xiamen, Na Rongchai (那荣钗), turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Dalam kunjungan itu, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari pertukaran seni dan budaya Indonesia-Tiongkok, program studi banding dua arah bagi generasi muda, pemanfaatan sumber daya pendidikan, hingga kunjungan timbal balik. Pertemuan ini menjadi langkah untuk menjajaki peluang baru dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Kunjungan tersebut berlangsung bertepatan dengan tahap persiapan dan penataan pameran internasional dalam rangka Musim Kreasi Seni dan Budaya ASEAN (Musim ke-7) bertema Menghubungkan Jalur Sutra, Menghadirkan Kesan Kampung Halaman Perantauan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pusat Gui Guanghui memperkenalkan perkembangan program unggulan tersebut serta persiapan pameran internasional tahun ini.
Pameran internasional tersebut dijadwalkan dibuka pada 13 November di Pusat Pertukaran Ekonomi dan Kebudayaan ASEAN. Sebanyak 208 karya seni bertema budaya Jalur Sutra Maritim dari 180 seniman yang berasal dari 19 negara akan dipamerkan.
Selain pameran, kegiatan juga akan diramaikan dengan pertunjukan seni dan budaya rakyat dari berbagai negara, bazar tematik khas Jalur Sutra Maritim, pertemuan seni dan kaligrafi, serta kegiatan eksplorasi dan penciptaan karya seni. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan beragam budaya, meningkatkan saling pengertian antarperadaban, sekaligus mendorong kerja sama di bidang kebudayaan, perdagangan, dan pariwisata.
Dalam pertemuan lanjutan, kedua pihak secara khusus membahas pengembangan program studi banding dua arah bagi generasi muda, pertukaran seni dan budaya, integrasi sumber daya pendidikan, serta kerja sama kunjungan antardaerah.
Kedua pihak menilai bahwa potensi budaya dan seni yang dimiliki masing-masing wilayah dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan program pertukaran pelajar dan generasi muda. Melalui pengalaman budaya, praktik seni, serta kunjungan langsung ke berbagai lokasi, generasi muda Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat lebih mengenal sejarah, kebudayaan, serta kehidupan sosial masyarakat kedua negara. Dengan demikian, hubungan persahabatan Indonesia-Tiongkok dapat terus diperkuat melalui keterlibatan generasi penerus.
Rasmono Sudarjo sendiri bukan sosok baru bagi Pusat Pertukaran Ekonomi dan Kebudayaan ASEAN. Pada 2022, ia telah berpartisipasi sebagai seniman terpilih dalam Musim Kreasi Seni dan Budaya ASEAN edisi ketiga. Hubungan dan komunikasi yang terjalin selama bertahun-tahun menjadikannya salah satu mitra lama sekaligus sahabat Pusat dalam mendorong pertukaran seni dan budaya Indonesia-Tiongkok.
Pada 2026, melalui inisiatif Pusat, dengan dukungan Ketua Rasmono Sudarjo dan sahabat Indonesia, Wang Qijun (王其君), berhasil difasilitasi kunjungan delegasi seniman dari Federasi Sastra dan Seni Kota Xiamen ke Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi seniman Xiamen melakukan pertukaran dan penjajakan kerja sama dengan Pusat Seni dan Kebudayaan Kepulauan Indonesia serta komunitas seni Bangwetan Surabaya. Pertemuan ini menjadi upaya nyata untuk mempererat hubungan dan mendorong interaksi yang lebih intensif antara kalangan seni dan budaya di Xiamen dan Surabaya.
Momentum tersebut juga bertepatan dengan peringatan 20 tahun hubungan kota persahabatan internasional antara Kota Xiamen, Tiongkok, dan Kota Surabaya, Indonesia. Berbagai kegiatan pertukaran budaya ini semakin mempererat hubungan masyarakat kedua kota sekaligus memberikan energi baru bagi penguatan kerja sama antarkota dan pengembangan kolaborasi kebudayaan.
Dari seniman Indonesia yang berkunjung ke Xiamen hingga seniman Xiamen yang datang ke Surabaya, kedua pihak terus menjadikan seni dan budaya sebagai jembatan persahabatan untuk memperluas komunikasi dan memperdalam kerja sama.
Pihak Pusat menyampaikan bahwa kunjungan delegasi Indonesia tersebut akan menjadi momentum untuk semakin memperluas kerja sama dengan lembaga kebudayaan dan pendidikan, kelompok seni, serta para seniman Indonesia. Melalui berbagai platform, termasuk Musim Kreasi Seni dan Budaya ASEAN, Pusat berkomitmen mendorong pertukaran seni dan budaya serta program studi banding dua arah bagi generasi muda, sehingga hubungan persahabatan masyarakat Indonesia dan Tiongkok dapat berkembang semakin luas dan mendalam. info/red

Berita Lainnya
Hari Ini Surabaya Parade Juang Digelar, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Peringati World Cleanup Day 2026, Wabup Kediri Ajak Warga Kurangi Plastik Sekali Pakai
Menakar Ketangguhan Indonesia: Antara Dinamika Geopolitik, Ketahanan Logistik, dan Stabilitas Demokrasi